PONTIANAK POST - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih berlangsung di tengah peluang hujan yang diperkirakan terjadi di hampir seluruh wilayah hingga 22 September 2026. Kondisi jarak pandang menjadi salah satu kendala dalam pengerahan operasi udara untuk menangani kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan operasi water bombing untuk karhutla di TNGP telah masuk dalam perencanaan. Namun, helikopter belum dapat dikerahkan karena kondisi visibility belum memungkinkan.
“Dari kemarin sudah masuk dalam perencanaan water bombing, tetapi masih terkendala visibility,” ujar Ridwan di Pontianak, Rabu (16/9).
Baca Juga: OMC Kalbar Terus Dipantau, Pertumbuhan Awan Konvektif Jadi Syarat Utama Penyemaian
Menurut Ridwan, jarak pandang menjadi pertimbangan penting dalam operasi udara. Kondisi tersebut diperlukan mulai dari proses pengambilan air, penerbangan menuju lokasi kebakaran hingga penjatuhan air agar berlangsung aman.
Di sisi lain, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan masih terdapat di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalbar selama periode 16–22 September.
Pada 16 September, sebagian besar wilayah diperkirakan berada di bawah tutupan awan hujan. Peluang hujan kemudian diperkirakan menurun pada 18 dan 20 September, sebelum kembali meningkat pada 21 dan 22 September.
“Untuk 16 September 2026 sendiri hampir seluruhnya tertutup awan hujan dan nanti pada 18 September ada sedikit penurunan, dan di 20 September adanya penurunan. Selanjutnya pada tanggal 21 dan 22 September ini untuk kemungkinan terjadinya hujan tinggi lagi,” jelas Ridwan.
Baca Juga: Kabut asap masih menyelimuti Sambas meski karhutla berkurang. Hujan membantu pemadaman, tetapi asap
Untuk meningkatkan peluang hujan, BPBD Kalbar tetap menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaan operasi disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.
Sementara itu, Polda Kalbar mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Imbauan tersebut disampaikan di tengah kondisi cuaca yang masih cenderung kering di sejumlah wilayah.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk membakar semak, sampah maupun sisa tanaman di kawasan yang mudah terbakar.
Baca Juga: Hujan Guyur Kalbar, Warga Berharap Asap Segera Reda
“Di tengah kondisi cuaca yang masih kering, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita cegah bersama agar tidak terjadi kebakaran yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya, Kamis (17/9).
Selain pencegahan, Polda Kalbar juga mengingatkan warga menjaga kesehatan ketika kualitas udara menurun akibat asap. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker.
Dukungan terhadap penanganan karhutla turut dilakukan Polwan Polda Kalbar melalui bakti sosial di Posko Karhutla Jalan Wonodadi II, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (17/9).
Polwan menyerahkan bahan pokok dan masker kepada relawan yang bertugas di posko. Personel juga meninjau lokasi kebakaran di sekitar permukiman untuk melihat kondisi lapangan dan masyarakat terdampak.
Pakor Polwan Polda Kalbar AKBP Novalina Tarihoran mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada relawan dan masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan karhutla.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian, dan dukungan Polwan Polda Kalbar kepada para relawan serta masyarakat yang berada di garda terdepan dalam membantu penanggulangan Karhutla,” ujarnya.
Ia menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama antara Polri, pemerintah, relawan dan masyarakat. (mse/bar)
Editor : Rafael B. Junior