PONTIANAK POST - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan misi kemanusiaan dengan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sepanjang Januari hingga September 2026, PMI Kalbar bersama PMI kabupaten/kota dan berbagai mitra telah merespon beragam bencana maupun kondisi darurat di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Sekretaris PMI Provinsi Kalimantan Barat, Abusamah, mengatakan seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PMI untuk terus bergerak memberikan pelayanan kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
"PMI peduli, bergerak dan bersama. Inilah semangat kami dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Ketika masyarakat membutuhkan, PMI harus hadir dan bergerak bersama seluruh komponen yang ada," kata Abusamah, Kamis (17/9).
Baca Juga: Pemprov Kalbar Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Ia menjelaskan, sejak awal tahun hingga 15 September 2026, PMI Kalbar yang didukung PMI Pusat serta bekerja sama dengan PMI kabupaten/kota, TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha, relawan, komunitas dan berbagai pihak telah melakukan sejumlah aksi kemanusiaan.
Salah satunya melalui distribusi air bersih. PMI telah mendistribusikan sebanyak 1.273.950 liter air bersih untuk kebutuhan konsumsi masyarakat di 272 lokasi. Bantuan tersebut memberikan manfaat kepada 25.697 keluarga atau sekitar 59.512 jiwa.
Selain bantuan air bersih, PMI juga mendistribusikan 149.049 masker, 627 vitamin dan 672 food item kepada masyarakat terdampak.
PMI juga memberikan pelayanan ambulan, pengobatan gratis serta evakuasi sebanyak 359 kali di 104 lokasi, dengan penerima manfaat mencapai 94.035 jiwa.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Agus Salurkan Air Bersih, Masker dan Susu ditengah Bencana Karhutla
Dalam penanganan kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan, PMI turut terlibat dalam upaya pemadaman di 57 lokasi. Kegiatan tersebut memberikan manfaat kepada sekitar 86.640 keluarga atau 345.911 jiwa.
Abusamah menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama antara PMI dengan para relawan dan berbagai unsur lainnya.
"Ini bukan kerja PMI sendiri. Ada relawan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat yang bersama-sama membantu. Semangat kolaborasi inilah yang membuat pelayanan kemanusiaan bisa terus berjalan," ujarnya.
Momentum pengabdian PMI tahun ini semakin istimewa. Pada 17 September 2026, Palang Merah Indonesia memasuki usia 81 tahun.
Selama lebih dari delapan dekade, PMI terus hadir di tengah masyarakat dengan mengusung misi kemanusiaan. Kehadiran PMI tidak hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga melalui berbagai pelayanan kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Abusamah mengatakan usia 81 tahun menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar PMI untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat.
"Delapan puluh satu tahun bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan panjang pengabdian kemanusiaan. Tugas kita adalah menjaga semangat itu agar PMI tetap hadir, tetap dipercaya dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.(iza)
Editor : Rafael B. Junior