Retribusi Seng Hie Mulai Diarahkan Cashless, Kawasan Pelabuhan juga Terus Ditata

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 15:47 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau Pelabuhan Seng Hie, Jumat (18/9/2026). (Prokopim)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau Pelabuhan Seng Hie, Jumat (18/9/2026). (Prokopim)

 

PONTIANAK POST– Pemerintah Kota Pontianak mendorong perbaikan layanan retribusi di Pelabuhan Seng Hie melalui penerapan transaksi nontunai atau cashless. Pembayaran secara bertahap diarahkan menggunakan e-money, kartu debit, maupun QRIS.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembayaran nontunai menjadi bagian dari upaya membangun layanan yang lebih mudah dan transparan bagi masyarakat. Penerapannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan perbankan, pemerintah maupun pihak swasta.

"Kita memang ingin membiasakan warga kota dalam rangka peningkatan akses keuangan daerah, kita secara bertahap berkelanjutan pembayaran dengan cashless," ujar Edi usai meninjau Pelabuhan Seng Hie, Jumat (18/9/2026).

Kemudahan Pembayaran Retribusi bagi Warga

Menurut Edi, transaksi nontunai juga dapat mengurangi potensi praktik yang tidak diinginkan dalam proses pembayaran retribusi. Masyarakat dapat menggunakan sejumlah pilihan pembayaran yang sudah umum digunakan.

"Cashless ini kan sekarang mudah, bisa dengan e-money, dengan kartu debit misalnya, terus dengan QRIS," katanya.

Dengan pilihan tersebut, pembayaran retribusi secara bertahap tidak lagi bergantung pada transaksi tunai. Pemkot Pontianak mengarahkan sistem tersebut menjadi bagian dari perbaikan tata kelola layanan di Pelabuhan Seng Hie.

Baca Juga: Cegah Pungli, Retribusi Pelabuhan Seng Hie Kini Dibayar Pakai QRIS

Penataan Pelabuhan Seng Hie

Perbaikan layanan retribusi berjalan sejalan dengan rencana penataan kawasan Pelabuhan Seng Hie. Pemkot Pontianak akan melakukan penataan terhadap bangunan dan dermaga serta menata aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut.

Edi mengatakan Pelabuhan Seng Hie memiliki aktivitas pelabuhan pedalaman dan pelabuhan antarpulau. Penataan diperlukan agar kawasan tetap mendukung aktivitas tersebut sekaligus memberikan lingkungan yang lebih tertata bagi masyarakat.

"Kita berharap nanti ada penataan ulang, merapikan, jadi tidak kumuh," ujarnya.

Penataan Seng Hie menjadi bagian dari penataan waterfront secara keseluruhan. Pemkot ingin kawasan tersebut tetap menjadi ruang aktivitas pelabuhan sekaligus memberikan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung dan warga.

"Intinya ini bagian dari penataan waterfront secara keseluruhan, supaya yang beraktivitas, pengunjung, terutama warga kota bisa menikmati sungai dengan suasana Pelabuhan Seng Hie," kata Edi.

Libatkan Pengguna Layanan Pelabuhan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Rendrayani mengatakan penguatan layanan di Pelabuhan Seng Hie juga dibarengi kegiatan yang melibatkan pengguna layanan secara langsung.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2026 melalui kolaborasi dengan RS Mitra Medika, Bank Kalbar dan asosiasi pengusaha di kawasan Seng Hie.

“Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih-bersih lingkungan, pemeriksaan kesehatan, pembukaan rekening tabungan serta makan bersama," ujar Ririn, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, kegiatan makan bersama menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus menyerap aspirasi pengguna layanan Pelabuhan Seng Hie.

"Jadi kita sharing dalam rangka juga kita cari aspirasi dari pengguna layanan pelabuhan Seng Hie. Hari ini judulnya kebersamaan, dalam rangka juga kegiatan Hari Perhubungan Nasional," katanya.

Baca Juga: Jejak Filantropi Tionghoa dalam Layanan Kesehatan Indonesia: Dari Jang Seng Ie hingga Kharitas Bhakti

Pengguna layanan yang terlibat mencakup awak kapal, sopir, buruh panggul dan pengelola pelabuhan. Dinas Perhubungan menargetkan sekitar 300 pengguna layanan mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tanpa seremoni. Peninjauan Wali Kota menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus melihat langsung kondisi dan aktivitas pelayanan di Pelabuhan Seng Hie," jelas Kadishub.

Layanan dan Kawasan Ditata Bersamaan

Perbaikan layanan retribusi dan penataan kawasan menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak membangun pengelolaan Seng Hie yang lebih tertib.

Penataan fisik kawasan, aktivitas PKL, dermaga serta sistem layanan dilakukan sejalan dengan fungsi Seng Hie sebagai salah satu kawasan aktivitas transportasi dan perdagangan di tepian Sungai Kapuas.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak
retribusi Pelabuhan Seng Hie pembayaran cashless Pontianak QRIS retribusi pelabuhan seng hie pemkot pontianak