PONTIANAK POST - Dalam upaya menampung aspirasi, keluhan, serta masukan masyarakat sekaligus mempererat kemitraan antara kepolisian dan warga, Polsek Pontianak Timur menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pontianak Timur, Jumat (18/9).
Kegiatan yang berlangsung di Mapolsek Pontianak Timur tersebut diisi dengan dialog dan sesi tanya jawab. Sejumlah persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pelayanan kepolisian, serta kondisi sosial masyarakat di wilayah hukum Polsek Pontianak Timur menjadi bagian dari pembahasan.
Kapolsek Pontianak Timur AKP Suryadi mengatakan, Jumat Curhat merupakan salah satu program resmi Polri yang bertujuan membuka ruang komunikasi secara langsung antara kepolisian dan masyarakat.
Baca Juga: Polsek Kalis Pasang Banner Larangan PETI di Nanga Kalis, Ingatkan Warga Jaga Lingkungan
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan, kritik, maupun saran terkait situasi kamtibmas maupun pelayanan kepolisian.
“Jumat Curhat ini merupakan program kepolisian untuk mendengarkan langsung keluhan, kritik, dan saran dari masyarakat,” ujar Suryadi.
Ia menegaskan, pihaknya berupaya menerapkan prinsip keterbukaan dan transparansi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, warga diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Persoalan yang disampaikan masyarakat, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban, tetapi juga berbagai persoalan sosial maupun pelayanan publik yang membutuhkan perhatian bersama.
“Kami berharap pengurus MWCNU Pontianak Timur dapat memberikan masukan terkait situasi kamtibmas di wilayah Pontianak Timur. Masukan dari masyarakat sangat penting sebagai bahan evaluasi bagi kami dalam menjalankan tugas,” katanya.
Suryadi menilai, sinergi antara kepolisian dengan organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Menurutnya, persoalan yang terjadi di tengah masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak, sehingga membutuhkan kerja sama berbagai elemen.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah MWCNU Pontianak Timur Muhammad Ali Alhadi menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi antara masyarakat, organisasi keagamaan, dan kepolisian dalam menjaga kehidupan sosial yang aman dan harmonis.
Ia mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki komitmen untuk turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, MWCNU Pontianak Timur siap membangun kemitraan dengan kepolisian dalam berbagai kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“NU merupakan partner dalam menjaga NKRI. NU didirikan sebelum Indonesia merdeka,” ujarnya
Selain membahas persoalan kamtibmas, ia juga menyampaikan kondisi masyarakat Pontianak Timur yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.
Menurutnya, MWCNU Pontianak Timur bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pontianak saat ini turut melakukan kegiatan pembagian air bersih kepada masyarakat di wilayah Pontianak Timur.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut, kata dia, turut dirasakan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.
“Beberapa bulan terakhir ini warga Pontianak Timur mengalami krisis air bersih akibat karhutla,” katanya.
Muhammad Ali Alhadi berharap kepolisian, khususnya Polsek Pontianak Timur, bersama MWCNU Pontianak Timur dapat terus memperkuat kerja sama dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang muncul di lingkungan mereka.
Ia menilai, kepentingan masyarakat harus menjadi perhatian bersama dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kolaborasi antarlembaga.
“Kami berharap Polsek Pontianak Timur bersama MWCNU Pontianak Timur dapat bersama-sama bahu-membahu demi kepentingan masyarakat Pontianak Timur yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan Jumat Curhat tersebut menjadi ruang dialog bagi kepolisian dan MWCNU Pontianak Timur untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus mencari langkah penyelesaian secara bersama. (wan)
Editor : Rafael B. Junior