Gubernur Kalbar Dorong Transformasi IAIN Pontianak Menjadi UIN dan Tingkatkan Kualitas SDM

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:37 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan berbincang-bincang dengan Rektor IAIN Pontianak Wajidi S saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Program S1 dan S2 IAIN Pontianak Tahun 2026 di Hotel Novotel Pontianak, Kamis (17/9). (Adpim Pemprov Kalbar)
Gubernur Kalbar Ria Norsan berbincang-bincang dengan Rektor IAIN Pontianak Wajidi S saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Program S1 dan S2 IAIN Pontianak Tahun 2026 di Hotel Novotel Pontianak, Kamis (17/9). (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) tidak sekadar perubahan status kelembagaan, tetapi diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Ria Norsan saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) XXIII IAIN Pontianak Tahun 2026 di Hotel Novotel Pontianak, Kamis (17/9/2026).

“Saya berharap transformasi kelembagaan ini dinilai bukan sekadar perubahan status administratif belaka, melainkan sebuah lompatan besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang luas ilmunya, kuat nilainya, matang dalam berpikir, serta peduli terhadap masyarakat,” ujar Ria Norsan.

Baca Juga: Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Beralih Status Jadi UIN

Menurut Ria Norsan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan Kalbar. Ia mengaitkannya dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang pada 2025 mencapai 72,09, naik dari 71,19 pada tahun sebelumnya.

“Saya kira capaian positif ini harus terus didorong melalui peningkatan akses dan mutu pendidikan tinggi, di mana perguruan tinggi Islam negeri memegang peranan krusial sebagai pilar pencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” katanya.

Ria Norsan juga menekankan pentingnya lulusan memiliki kemampuan akademik yang diimbangi dengan keimanan, akhlak, dan moral. Menurutnya, ilmu pengetahuan perlu diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan para lulusan untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri. Perkembangan teknologi, dinamika dunia kerja, dan persoalan masyarakat yang semakin kompleks, kata dia, menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi.

Baca Juga: Mahasiswa IAIN Pontianak Mengabdi 40 Hari di Mempawah, Pemkab Berharap Lahir Inovasi untuk Masyarakat

 “Jadi anak-anakku sekalian, jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu. Karena ilmu itu tidak ada habisnya. Yang paling penting, ilmu itu juga harus disertai dengan iman. Orang yang berilmu akan diberikan derajat oleh Allah SWT dibandingkan orang yang tidak berilmu,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan dosen yang mendukung perjalanan pendidikan para wisudawan.

 “Apapun nanti, jadi apapun anak-anakku sekalian, jangan lupakan jasa orang tua kalian. Karena kalau tidak ada orang tua, kalian tidak akan melihat dunia ini. Insya Allah, kalau kalian patuh dengan orang tua, kalian akan selamat dunia dan akhirat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan lulusan untuk menghormati guru dan dosen yang telah membimbing selama menempuh pendidikan.

 “Orang yang menghormati gurunya dan dosennya, insya Allah ilmu yang diterimanya akan menjadi berkah di dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini,” katanya. (mse)

Editor : Hanif
UIN Pontianak Pendidikan Kalbar Transformasi Perguruan Tinggi ria norsan IAIN Pontianak