PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyikapi kenaikan harga bahan pokok, terutama cabai, yang saat ini mengalami kenaikan. Jika lonjakan kenaikan sembako berlarut, dia akan mengambil langkah untuk menggelar operasi pasar murah di enam kecamatan se Kota Pontianak.
“Kami memahami betul beban masyarakat akibat kenaikan harga sembako, terutama cabai yang saat ini sangat meresahkan. Oleh karena itu, Pemkot Pontianak akan melakukan operasi pasar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Pontianak Selatan, Tenggara, Timur, Barat, Utara, dan Kota. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya mereka yang tergolong ekonomi rendah, agar tetap mendapatkan sembako dengan harga yang wajar,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Jumat (18/9).
Menurutnya langkah ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas harga sembako di tengah dinamika inflasi yang sedang berlangsung. Pemkot akan terus memantau perkembangan harga di pasaran dan melakukan berbagai upaya lain agar inflasi tidak semakin membebani warga.
Baca Juga: Bupati Sambas Gratiskan 500 Paket Sembako Senilai Rp75 Ribu di Pasar Murah Sendoyan
Dia juga mengimbau agar seluruh masyarakat tetap menjaga ketenangan dan tidak panik dalam menghadapi kenaikan harga sembako. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan operasi pasar yang telah disiapkan nanti dan tetap berbelanja di tempat-tempat resmi dan terpercaya.
Hingga saat ini, langkah-langkah yang dilakukan Pemkot diharapkan mampu membantu masyarakat dan menjaga kestabilan ekonomi di Kota Pontianak agar tetap kondusif.
Terpisah Ketua Komisi III DPRD Kota Pontianak Yandi mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memikirkan langkah dan inovasi untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah kondisi yang terjadi saat ini.
Menurut Yandi, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tidak terlepas dari kondisi yang berdampak terhadap meningkatnya biaya produksi maupun biaya distribusi. Kondisi tersebut kemudian turut mempengaruhi harga barang di tingkat pedagang.
Baca Juga: Harga Cabai Tembus Rp190 Ribu, Pemkot Pontianak Siapkan Operasi Pasar
“Memang dengan kondisi seperti ini kenaikan harga tidak tepat. Tapi ini juga bukan kemauan kita bersama. Kondisi alam menyebabkan biaya produksi dan distribusi bertambah, sehingga ketika barang naik, pedagang juga ikut menaikkan harga,” kata Yandi.
Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya berpangku tangan menghadapi situasi tersebut. Pemkot Pontianak, menurutnya, perlu mencari berbagai terobosan agar harga kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat.
Selain melakukan langkah stabilisasi harga, Yandi juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil keuntungan secara berlebihan. Ia meminta pengawasan terhadap rantai distribusi dan perdagangan diperkuat.
Yandi menilai kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan kebersamaan antara pemerintah, pelaku usaha, pedagang dan masyarakat. Menurutnya, semua pihak harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing agar tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat dapat ditekan.
“Kita harus bersatu padu, jangan berpangku tangan. Semua harus ikut bergerak dan mencari solusi supaya kita bisa keluar dari krisis yang sedang kita hadapi saat ini,” tutupnya.(iza)
Editor : Hanif