Sutarmidji Kembali Sentil Wali Kota Pontianak soal Waduk Penepat: "Ngapain Pula Lalu Jadi Merampot"

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 17:58 WIB
Sutarmidji
Sutarmidji

PONTIANAK POST - Mantan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji kembali menanggapi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono terkait usulan perluasan Waduk Penepat.

Kali ini, ia mengingatkan pidato Edi pada 2020 yang disebutnya juga berencana memperluas waduk tersebut.

Unggahan Sutarmidji di Media Sosial

Tanggapan itu disampaikan Sutarmidji lewat unggahan di media sosial pribadinya. Ia menyebut usulannya untuk meningkatkan kapasitas Waduk Penepat hingga 10 kali lipat merujuk pada pidato Edi saat melantik direksi Perumda Air Minum (PDAM) pada 2020.

Baca Juga: Edi Kamtono Respons Usulan Sutarmidji Perluas Waduk Penepat hingga 10 Kali Lipat

“Nyantai pak wali, saye sarankan pilihan atasi air baku PDAM dgn meningkatkan kapasitas Penepat 10 kali itu krn ingat pidato pak Wali waktu melantik direksi PDAM tahun 2020, mau meningkatkan Penepat dari 1 ha menjadi 9 ha, artinya 9 kali, ngapain pula lalu jadi merampot,” tulis Sutarmidji (19/9).

Rencana 2020 Disebut Setara Perluasan Sembilan Kali Lipat

Menurut Midji, sapaan akrabnya, rencana yang pernah disampaikan Edi pada 2020 itu berarti perluasan waduk sembilan kali lipat, tidak jauh berbeda dengan usulan yang ia ajukan. Ia pun mempertanyakan mengapa gagasan serupa kini dipersoalkan.

Awal Polemik: Usul Perluasan 10 Kali Lipat

Sebelumnya, Sutarmidji menyarankan Waduk Penepat diperluas hingga 10 kali lipat agar cadangan air baku tawar yang saat ini disebut hanya bertahan sekitar tiga hari dapat diperpanjang menjadi sekitar satu bulan.

Usulan itu muncul menyusul persoalan air PDAM yang terasa asin saat kemarau.

Baca Juga: Sutarmidji Sentil Penanganan Asap dan Air Asin di Pontianak, Usul Waduk Penepat Diperluas 10 Kali

Tak Sesederhana Memperluas Waduk

Edi Rusdi Kamtono menanggapi saran tersebut dengan menyatakan bahwa persoalannya tidak sesederhana memperluas waduk sepuluh kali lipat.

Ia menilai perlu ada kajian teknis, perhitungan kebutuhan air, dan kesiapan infrastruktur.

Edi juga menyebut pembebasan lahan membutuhkan anggaran besar sehingga provinsi dan pemerintah pusat perlu terlibat, karena Waduk Penepat melayani Pontianak, Kubu Raya, dan sekitarnya.

Langkah Pemkot dan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa

Edi menambahkan, Pemkot Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa telah menyiapkan sejumlah langkah.

Mulai dari optimalisasi waduk, perbaikan infrastruktur, penambahan jaringan pipa, hingga pencarian sumber air alternatif.

Baca Juga: Air PDAM Pontianak Asin Saat Kemarau, Sutarmidji Usul Waduk Penepat Diperluas 10 Kali Lipat

Editor : Khoiril Arif Ya'qob
Waduk Penepat sindir walikota SUTARAMIDJI edi kamtono