Buntut Viral Anggota DPRD Mempawah Bakar Lahan, Hanura Kalbar Minta Maaf: Bakal Beri Teguran Keras

Deny Hamdani • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 17:12 WIB
Ketua DPD Partai Hanura Kalbar, Dian Eka Muchairi. (ISTIMEWA)
Ketua DPD Partai Hanura Kalbar, Dian Eka Muchairi. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST — DPD Partai Hanura Kalimantan Barat menyatakan keprihatinan atas beredarnya video viral yang melibatkan salah seorang anggota dewan berinisial C di Kabupaten Mempawah dalam situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua DPD Partai Hanura Kalbar, Dian Eka Muchairi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Barat, khususnya masyarakat Kabupaten Mempawah, atas munculnya video tersebut dan dampak yang ditimbulkan setelah beredar luas di media sosial.

"Kami sangat prihatin dengan kejadian yang ada ini. Partai juga mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Barat, khususnya masyarakat Kabupaten Mempawah, atas kejadian video yang viral yang disebarkan dan dibuat oleh oknum anggota dewan berinisial C," kata Dian.

Baca Juga: Soroti Aksi Bakar Lahan Oknum Legislator Mempawah, YBH Ingatkan Ancaman Denda Hingga Rp10 Miliar

Menurut Dian Eka, kasus tersebut kini telah berkembang luas di ruang publik. Ia menyebut C telah menjalani proses pemeriksaan di Polres Mempawah terkait kejadian yang menjadi sorotan tersebut.

Dian Eka menegaskan, DPD Hanura Kalbar telah memberikan teguran kepada C dan meminta yang bersangkutan bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan kepolisian berlangsung.

"Kami selaku pengurus Partai Hanura Kalbar juga sudah memberi teguran. Mudah-mudahan saudara C bisa kooperatif sehingga proses pemeriksaan ini bisa berjalan sesuai dengan proses yang ada di kepolisian," ujarnya.

Belum Berikan Pendampingan Hukum

Terkait kemungkinan pendampingan hukum dari partai, Dian Eka mengatakan hingga saat ini DPD Hanura Kalbar belum mengarahkan adanya bantuan hukum kepada C. Menurut dia, persoalan tersebut untuk sementara masih ditempatkan sebagai ranah pribadi C, meskipun yang bersangkutan merupakan kader sekaligus anggota dewan dari Partai Hanura.

Baca Juga: “Di Saat Warga Hirup Udara Beracun", HMI Desak Polisi Usut Oknum DPRD Mempawah Bakar Lahan

"Untuk pendampingan hukum memang belum kami arahkan, karena ini adalah ranah pribadi beliau selaku yang tengah viral tersebut," katanya.

Dian mengatakan, setelah proses pemeriksaan kepolisian selesai, DPD Hanura Kalbar berencana kembali memanggil C. Pemanggilan itu diperlukan untuk meminta penjelasan dan tanggapan lebih lanjut mengenai kejadian serta hasil pemeriksaan kepolisian. "Kemungkinan dalam waktu dekat, setelah proses pemeriksaan ini tuntas, kami dari DPD Partai Hanura akan memanggil kembali saudara C untuk memberikan tanggapan terkait kejadian-kejadian ataupun laporan-laporan dari hasil pemeriksaan polisi," ujarnya.

Hanura Ingatkan Kader Bijak Bermedia Sosial

Dian menegaskan bahwa pihaknya telah berulang kali mengingatkan seluruh kader Hanura agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi melanggar aturan maupun merugikan diri sendiri dan organisasi.

Terlebih, menurut dia, kondisi karhutla di Kalimantan Barat saat ini membutuhkan empati dan kepedulian seluruh pihak terhadap masyarakat yang terdampak.

"Kami sudah sering mengingatkan dan mewanti-wanti kepada semua kader Partai Hanura untuk tidak melakukan hal-hal yang bersifat melanggar aturan," katanya.

Hanura Kalbar, lanjut Dian, juga telah menginstruksikan kader di daerah agar turut membantu masyarakat yang terdampak karhutla.

Baca Juga: Gara-Gara Video Viral Bakar Lahan untuk Sawit, Oknum Anggota DPRD Mempawah Diperiksa Polisi

Ia menyebut koordinasi telah dilakukan dengan jajaran DPC Hanura di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, terutama di wilayah yang masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk persoalan kekurangan air bersih serta bantuan lainnya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kawan-kawan DPC di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, khususnya yang saat ini masih terjadi kebakaran hutan dan lahan, untuk bisa membantu semaksimal mungkin penanganan serta mengatasi apa yang terjadi di lapangan, seperti kekurangan air bersih dan bantuan-bantuan lain kepada masyarakat," ujarnya.

Tegaskan Video Viral Bukan Sikap Partai

Dian kembali menegaskan bahwa video yang beredar tersebut tidak merepresentasikan sikap resmi Partai Hanura. Ia menyebut persoalan tersebut sebagai tindakan personal anggota yang bersangkutan. "Kembali lagi, viralnya video tersebut, saya juga tegaskan bahwa hal ini memang di luar daripada partai dan ini adalah hal pribadi," kata Dian.

Baca Juga: Akses dan Sumber Air Terbatas, Satgas Karhutla Batang Hari Perkuat Mobilisasi Petugas

Meski demikian, ia mengakui tindakan seorang kader yang menjadi sorotan publik tetap dapat berdampak terhadap citra organisasi politik.

Karena itu, Dian Eka meminta seluruh kader Hanura lebih berhati-hati menggunakan media sosial, khususnya ketika mengunggah konten yang berpotensi menimbulkan persoalan di tengah masyarakat. "Kita mengingatkan kepada kader-kader Partai Hanura agar bermedia sosial itu bijaksana dan cerdas meng-upload sesuatu. Jangan sampai upload-an tersebut menjadi bumerang hingga memunculkan satu masalah," katanya.

Menurut Dian Eka, kehati-hatian dalam bermedia sosial bukan hanya penting untuk menjaga diri kader, tetapi juga menyangkut nama baik partai. "Jangan sampai bukan cuma kader yang terdampak, tetapi juga membawa nama baik Partai Hanura sendiri ke depannya," pungkasnya. (den)

Editor : Miftahul Khair
anggota dprd mempawah tanam sawit karhutla kalbar bakar lahan HANURA KALBAR