PONTIANAK POST — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) mengembangkan teknologi pengolahan pakan ternak bebek berbasis Variable Frequency Drive (VFD) untuk membantu meningkatkan efisiensi produksi pakan pada Kelompok Tani Sukses di Jalan Khatulistiwa Gang Beringin 1 Dalam, Kota Pontianak.
Program yang diketuai Wiwit Indah Rahayu, S.T., M.T., tersebut dilatarbelakangi tingginya biaya pakan dalam usaha peternakan unggas yang dapat mencapai 60–80 persen dari total biaya operasional. Di sisi lain, Kelompok Tani Sukses yang dikelola Marsudi memiliki sekitar 400 ekor bebek dan selama ini telah memproduksi pakan secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai limbah pangan lokal.
Bahan yang dimanfaatkan antara lain limbah mie instan, tepung gandum, dedak, sisa ikan dan udang, serta ampas kelapa. Sebelumnya, proses pencampuran dan pencetakan pakan masih dilakukan secara manual sehingga bentuk dan kualitas pakan belum sepenuhnya konsisten serta daya simpannya masih terbatas.
Baca Juga: Inovasi PSDKU POLNEP Sanggau, Minyak Jelantah Diubah Jadi Bahan Bakar UMKM Tahu
Melalui program PKM ini, tim Polnep merancang mesin pengolah pakan dengan teknologi VFD. Teknologi tersebut digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor listrik pada proses pengolahan sehingga proses pencampuran bahan dapat dilakukan secara lebih terkontrol dan diharapkan menghasilkan campuran pakan yang lebih homogen.
“Penerapan teknologi ini diarahkan untuk membantu peternak mengolah bahan baku pakan secara lebih efisien dan terkontrol, sekaligus meningkatkan kemampuan mitra dalam mengoperasikan dan merawat teknologi yang diterapkan,” ujar Ketua Tim PKM, Wiwit Indah Rahayu.
Saat ini, proses pengembangan mesin telah memasuki tahap fabrikasi. Rangka utama mesin dan tabung pencampur (mixer) telah selesai dirakit. Komponen utama, termasuk motor listrik dan modul VFD, juga telah tersedia. Tahap berikutnya meliputi pemasangan panel kendali VFD, penyelarasan poros penggerak, serta pengujian mesin untuk menghasilkan pakan berbentuk pelet.
Selain pengembangan mesin, tim juga telah menyusun formulasi pakan alternatif berbasis limbah pangan lokal. Formulasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan pakan yang lebih padat dan homogen serta memiliki daya simpan lebih lama.
Baca Juga: Administrasi Bisnis Polnep Perkuat Jejaring Internasional lewat PKM di Malaysia
Teknologi yang dikembangkan juga mempertimbangkan kebutuhan pakan berdasarkan fase pertumbuhan bebek. Pakan untuk bebek usia 0–4 minggu diarahkan berbentuk serbuk, usia 5–7 minggu berbentuk granula, sedangkan bebek berusia delapan minggu ke atas dapat diberikan dalam bentuk pelet.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan mesin. Tim PKM Polnep juga menyiapkan pelatihan dan pendampingan bagi Kelompok Tani Sukses. Mitra akan mendapatkan pelatihan pengoperasian, keselamatan penggunaan, serta perawatan alat sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Kelompok Tani Sukses turut terlibat sejak tahap identifikasi permasalahan hingga penerapan teknologi. Mitra menyediakan lokasi kegiatan, bahan baku limbah pangan, serta berpartisipasi dalam proses uji coba dan pelatihan pengoperasian mesin.
Tim menargetkan penerapan teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi waktu produksi sekurang-kurangnya 25 persen dan meningkatkan kapasitas produksi pakan sekurang-kurangnya 20 persen dibandingkan metode manual. Capaian tersebut selanjutnya akan dievaluasi melalui pengujian alat dan pencatatan data produksi bersama mitra.
Melalui inovasi tersebut, Polnep berupaya menghadirkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pengembangan mesin pengolah pakan berbasis VFD diharapkan dapat mendukung kemandirian Kelompok Tani Sukses dalam menyediakan pakan, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta membuka peluang pengembangan usaha pakan ternak di masa mendatang. (den/ser)
Editor : Miftahul Khair