PONTIANAK POST - Larryandie Suharno Ng atau Lim Tio Him resmi menjabat Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci (YBS) hingga 2029. Ia menggantikan Simon Soetjipto yang mengundurkan diri pada akhir Agustus 2026 untuk menjalani pemulihan kesehatan dan pemeriksaan rutin.
Serah terima jabatan berlangsung di Gedung Bhakti, Pontianak, Senin (21/9) pukul 10.00 WIB. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama jajaran pengurus di salah satu hotel di Pontianak.
Pergantian kepemimpinan tersebut menandai babak baru bagi yayasan yang selama ini bergerak dalam pelayanan sosial, pengurusan jenazah, pemakaman, serta kegiatan keagamaan dan kebudayaan.
Lim Tio Him Utamakan Kebersamaan
Dalam sambutannya, Larryandie mengakui tidak dapat menjalankan amanah tersebut seorang diri. Dukungan seluruh unsur organisasi dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan pelayanan YBS kepada masyarakat.
“Saya merasa tidak memiliki kemampuan tanpa dukungan dan kebersamaan kita semua, baik anggota, pengurus, pengawas, penasihat, maupun pembina yayasan,” ujarnya seusai serah terima jabatan.
Ia mengajak seluruh jajaran menjaga persatuan dan berperan aktif menjalankan program hingga masa kepengurusan berakhir pada 2029. Ia juga mengharapkan arahan dewan pembina dan pengawas agar visi yayasan dapat diwujudkan melalui program yang bermanfaat.
Menurut Larryandie, pelayanan sosial memerlukan kerja kolektif. Setiap unsur organisasi harus saling mendukung agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan yang baik.
Perbedaan Diselesaikan lewat Musyawarah
Larryandie menyadari perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam organisasi. Namun, kepentingan yayasan harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
“Setiap organisasi pasti memiliki perbedaan pendapat dan itu merupakan hal biasa. Karena itu, kita harus mengutamakan kepentingan organisasi dan mengesampingkan kepentingan pribadi,” tegasnya.
Ia meminta setiap persoalan diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi terbuka. Cara tersebut dinilai penting agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik yang mengganggu pelayanan.
“Ketika ada permasalahan besar, bisa kita kecilkan. Masalah kecil bisa ditiadakan. Yayasan dapat maju berkat kerja sama kita semua,” pungkasnya. (mrd)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro