Naik Bukit Peramas, Norsan Pimpin Pemadaman Karhutla di Kayong Utara

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 00:04 WIB
PADAMKAN API: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama petugas dan relawan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Bukit Peramas, Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9). Medan berbatu dan terjal menjadi kendala utama pemadaman.  FOTO: MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST
PADAMKAN API: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama petugas dan relawan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Bukit Peramas, Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9). Medan berbatu dan terjal menjadi kendala utama pemadaman. FOTO: MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

 

PONTIANAK POST — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau sekaligus membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Peramas, Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9). Operasi dilakukan bersama tim gabungan, relawan, dan masyarakat di medan perbukitan yang terjal dan berbatu.

Kebakaran di kawasan itu mayoritas melalap daun kering dan batang pohon yang mengering selama kemarau. Kondisi tersebut membuat api mudah menjalar di permukaan.

“Berdasarkan pantauan di lapangan, kebakaran di Bukit Peramas mayoritas membakar sisa daun kering dan batang pohon yang mengering akibat musim kemarau,” kata Norsan saat mengikuti pemadaman.

Tanah di lokasi didominasi mineral sehingga api dinilai lebih mudah dipadamkan dibandingkan kebakaran gambut. Namun, medan berat menghambat pergerakan personel dan pengangkutan peralatan menuju titik api.

Petugas Menembus Jalur Terjal

Titik api tersebar di kawasan perbukitan dengan jalur tidak rata dan dipenuhi bebatuan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko personel terpeleset, terjatuh, atau kelelahan saat membawa perlengkapan pemadaman.

“Yang membuat sedikit kesulitan adalah jalur menuju titik api yang tidak rata dan cukup terjal. Karena itu, seluruh relawan dan petugas harus berhati-hati,” ujar Norsan.

Petugas juga harus memastikan bara pada daun dan batang kering benar-benar padam. Bara yang tersisa berpotensi kembali menyala ketika terkena angin.

Dua Dapur Umum Berdiri

Di tengah operasi pemadaman, Tim Penggerak PKK Kayong Utara bersama masyarakat mendirikan dua dapur umum secara swadaya. Dapur tersebut memenuhi kebutuhan makan dan minum relawan serta membantu warga terdampak kabut asap.

Pemprov Kalbar memberikan bantuan untuk memperkuat persediaan logistik dan operasional dapur umum. Suplemen, makanan, serta minuman juga diserahkan kepada personel gabungan dan relawan.

“Bantuan dari provinsi kami fokuskan untuk memperkuat suplai logistik penanganan di tingkat kabupaten, termasuk mendukung operasional dapur umum,” kata Norsan.

Anak dan Lansia Terancam

Norsan mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta.

“Mari kita pikirkan keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak yang sangat berisiko terdampak asap karhutla dan gangguan pernapasan,” tegasnya.

Peringatan tersebut disampaikan ketika kualitas udara di Kayong Utara memburuk akibat kabut asap. Warga membutuhkan informasi kualitas udara secara berkala agar dapat mengurangi aktivitas luar ruangan dan melindungi anggota keluarga yang rentan.

Data Dinas Kesehatan Kayong Utara menunjukkan sembilan wilayah pemantauan mencatat ISPU 300 atau lebih pada Senin (21/9). Kategori berbahaya meliputi Sukadana, Siduk, Teluk Melano, Sungai Paduan, Teluk Batang, Telaga Arum, Dusun Besar, Matan Jaya, dan Tanjung Satai.

Konsentrasi PM2,5 luar ruangan tercatat sangat tinggi. Sukadana mencapai 2.394 mikrogram per meter kubik, Sungai Paduan 2.333 mikrogram, Tanjung Satai 2.157 mikrogram, dan Dusun Besar 1.517 mikrogram per meter kubik.

Pada hari yang sama, fasilitas kesehatan mencatat 110 kasus atau kunjungan ISPA. Akumulasi pencatatan sepanjang 1–21 September mencapai sekitar 1.429 kasus atau kunjungan, dengan angka harian tertinggi 125 kasus.

Kasus terbanyak tercatat di wilayah Puskesmas Teluk Batang sebanyak 255, Teluk Melano 244, dan Sukadana 168. Jumlah tersebut tidak selalu menggambarkan pasien berbeda karena satu orang dapat berobat lebih dari sekali.

Asap Diduga Datang dari Luar

Norsan menyebut kabut asap di Kayong Utara tidak hanya dipengaruhi kebakaran setempat. Pergerakan angin regional diduga turut membawa asap dari wilayah lain.

“Pola angin dapat bergerak dari arah Kalimantan Tengah menuju Ketapang dan Kayong Utara. Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi lintas daerah,” ujarnya.

Pernyataan mengenai arah dan sumber kiriman asap masih memerlukan konfirmasi berdasarkan analisis BMKG, citra satelit, dan pemodelan pergerakan angin.

Penanganan di Bukit Peramas tidak berhenti pada pemadaman api. Keselamatan petugas, pasokan logistik, perlindungan warga rentan, serta pendinginan titik bara harus dijaga hingga kawasan benar-benar dinyatakan aman. (mdy)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kebakaran Kayong Utara kabut asap Kayong Utara Bukit Peramas ria norsan pemadaman karhutla