PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengajak umat Katolik di Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, ikut menjaga hutan dan lingkungan serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pesan tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri peresmian dan pemberkatan Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah, Keuskupan Sintang, di Dusun Bangan Permai, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah, Jumat (18/9/2026).
Krisantus mengatakan gereja dan tokoh agama memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat, termasuk mengenai pencegahan karhutla. Pesan yang disampaikan melalui kegiatan keagamaan dinilai dapat menjangkau umat secara langsung.
“Saya titip pesan kepada seluruh umat yang hadir di sini. Mari kita jaga hutan kita, jaga lingkungan kita. Hutan adalah titipan Tuhan untuk anak cucu kita. Kalau kita membakar hutan dan lahan, bukan hanya asap yang menyengsarakan orang banyak, tetapi juga merusak lingkungan dan ciptaan Tuhan,” ungkap Krisantus.
Ia juga meminta para pastor dan tokoh agama turut menyampaikan pesan pencegahan karhutla melalui khotbah maupun kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
“Gereja punya peran penting. Satu pesan dari pastor di mimbar dapat didengar oleh umat. Tolong bantu pemerintah untuk mengedukasi masyarakat. Kalau melihat titik api, segera laporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, atau pihak berwenang terdekat,” pesannya.
Menurut Krisantus, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pembangunan manusia. Karena itu, pembangunan tidak hanya berkaitan dengan aspek material, tetapi juga pembentukan nilai moral dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Baca Juga: Pesparani Katolik III Pontianak Resmi Ditutup, Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan
“Pemerintah Provinsi Kalbar menekankan bahwa pembangunan manusia tidak bisa hanya mengandalkan aspek material, tetapi juga harus menyentuh dimensi spiritual dan moral. Gereja melalui pelayanan pastoral memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, dan berdaya saing,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga menyampaikan apresiasi atas peresmian Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah. Menurutnya, pastoran dapat menjadi pusat pelayanan pastoral bagi para imam dan umat di wilayah paroki tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar, saya mengucapkan selamat dan proficiat atas diresmikannya Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah. Semoga pastoran ini menjadi rumah yang nyaman bagi para pastor dan menjadi pusat pelayanan yang membawa berkat bagi seluruh umat,” ujar Krisantus.
Ia berharap keberadaan pastoran tersebut turut memperkuat pelayanan umat dan kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu.
Peresmian dan pemberkatan dihadiri Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap., Pastor Paroki Santo Filipus Mentebah, Bupati Kapuas Hulu, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat dan umat Katolik.
Pemberkatan dilakukan Uskup Sintang melalui pemercikan air suci. Peresmian kemudian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Wakil Gubernur Kalbar. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Misa Syukur yang dipimpin Uskup Sintang. (mse)
Editor : Hanif