Ria Norsan Minta Masyarakat Peduli Api Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Rawan Kalbar

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:04 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat Sosialisasi Penyuluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Aula Kantor Bupati Kayong Utara. (Adpim Pemprov Kalbar)
Gubernur Kalbar Ria Norsan saat Sosialisasi Penyuluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Aula Kantor Bupati Kayong Utara. (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta masyarakat ikut memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang masih rawan terbakar. Peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dinilai penting karena berada dekat dengan lokasi rawan kebakaran.

Hal itu disampaikan Ria Norsan saat memberikan arahan dalam Sosialisasi Penyuluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Aula Kantor Bupati Kayong Utara, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti relawan MPA dari 10 desa di Kecamatan Sukadana.

Ria Norsan mengatakan karhutla merupakan persoalan yang berulang sehingga penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia meminta penanganan di lapangan tidak diwarnai saling menyalahkan.

Baca Juga: Manggala Agni Dorong Pembentukan Lebih Banyak MPA demi Tekan Risiko Karhutla Bengkayang

“Sekarang saatnya kita bersatu untuk menghadapi musibah yang sedang menimpa daerah kita ini. Jangan lagi saling menyalahkan antara satu pihak dengan pihak lainnya. Mari kita tinggalkan budaya saling menuding dan fokus memberikan perhatian penuh bersama seluruh elemen masyarakat,” ungkap Ria Norsan.

Menurutnya, kondisi cuaca yang kering dan minim curah hujan meningkatkan kerawanan karhutla di sejumlah wilayah Kalbar, termasuk Ketapang dan Kayong Utara.

“Kondisi inilah yang membuat lahan dan hutan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, menjadi sangat kering dan rentan terbakar,” ujarnya.

Ria Norsan menyebut titik panas masih terpantau di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut perlu ditangani agar api tidak meluas, terutama di kawasan lahan gambut.

Baca Juga: Wagub Kalbar Krisantus Ajak Umat Katolik Mentebah Bersama Cegah Karhutla dan Jaga Lingkungan

Dalam penanganan di lapangan, pemerintah melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, MPA dan unsur masyarakat lainnya.

“Kita patut bersyukur bahwa sampai saat ini tidak kurang dari 15.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Kepolisian Daerah (Polda Kalbar), Kodam XII/Tanjungpura, Manggala Agni, BPBD baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta unsur masyarakat peduli api dan berbagai organisasi kemasyarakatan bahu-membahu memadamkan api,” jelasnya.

Dukungan pemadaman dari udara juga disiapkan untuk wilayah Ketapang dan Kayong Utara. Namun, operasi udara masih menghadapi kendala jarak pandang di lokasi.

Ria Norsan mengatakan bantuan helikopter Chinook dari Jepang direncanakan mendukung pemadaman di kedua wilayah tersebut.

“Dalam waktu dekat, bantuan helikopter Chinook dari Jepang direncanakan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Kijing menuju Ketapang untuk membantu pemadaman api di Ketapang dan Kayong Utara,” terangnya.

Selain pemadaman, Ria Norsan meminta aparat penegak hukum mengambil tindakan apabila ditemukan pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja dan terbukti melanggar hukum.

“Saya harap Bapak Kapolres bisa melihat dan menindak jika memang terdapat pelanggaran hukum bagi perusahaan-perusahaan yang dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut, Pemprov Kalbar menyerahkan peralatan pemadam kebakaran kepada perwakilan MPA. Peralatan tersebut menjadi dukungan bagi relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kecamatan Sukadana. (mse)

Editor : Hanif
Helikopter Chinook ria norsan kayong utara karhutla kalbar Masyarakat peduli Api