Kemarau Berdampak pada Harga Sayuran di Pontianak, Sawi dan Kangkung Tembus Rp50 Ribu

haryadi PP • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:36 WIB
Warga memilih tomat di Pasar Flamboyan,berbagai jenis sayur mengalami kenaikan harga imbas kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. (HARYADI/PONTIANAKPOST)
Warga memilih tomat di Pasar Flamboyan,berbagai jenis sayur mengalami kenaikan harga imbas kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. (HARYADI/PONTIANAKPOST)

PONTIANAK POST – Kondisi Kemarau yang melanda Kalimantan Barat mulai berdampak terhadap produksi sejumlah komoditas sayuran di Kota Pontianak. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan sayuran dari petani lokal berkurang dan mendorong kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional.

Herman, pedagang sayuran di Pasar Flamboyan, mengatakan hampir seluruh jenis sayuran mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir.

Saat ditemui Pontianak Post, Senin (21/9), Herman menyebutkan harga sejumlah komoditas sayuran saat ini mengalami peningkatan. Buncis misalnya, dijual sekitar Rp30 ribu per kilogram, sedangkan timun mencapai Rp20 ribu per kilogram.

Baca Juga: Cara Mencuci Sayur dan Buah dengan Benar demi Kesehatan

Kenaikan juga terjadi pada komoditas sawi yang kini dijual sekitar Rp45 ribu per kilogram. Sementara kangkung mencapai Rp50 ribu per kilogram.

Menurut Herman, kenaikan harga tersebut terutama terjadi pada sayuran yang dipasok dari petani lokal. Kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat membuat petani harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk perawatan tanaman.

"Sayuran dari petani lokal memang harganya naik. Kondisi cuaca membuat biaya perawatan bertambah sehingga berpengaruh terhadap harga di tingkat pedagang." ujarnya.

Sementara itu, harga sejumlah sayuran yang didatangkan dari Pulau Jawa cenderung lebih stabil. Komoditas seperti wortel, kentang, dan kubis masih tersedia dengan harga yang relatif tidak mengalami perubahan signifikan.

Baca Juga: 2 Pola Tanam Sederhana untuk Pemula, Kebun Rumah Bisa Penuh Sayur dan Bunga

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas cabai. Mariana, pedagang cabai di Pasar Flamboyan, mengatakan harga cabai rawit lokal masih tergolong tinggi.

Saat ini, harga cabai rawit lokal mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram. Namun, masuknya pasokan cabai rawit dari Pulau Jawa memberikan alternatif bagi konsumen.

Menurutnya, perbedaan harga tersebut membuat sebagian konsumen memilih cabai rawit yang didatangkan dari Pulau Jawa karena harganya lebih terjangkau dibandingkan cabai produksi lokal.

Kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran dan cabai tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca turut mempengaruhi ketersediaan pasokan serta harga pangan di tingkat pasar. Sementara komoditas yang pemasokannya berasal dari luar Kalimantan Barat relatif lebih stabil karena ketersediaannya masih terjaga.

"Cabai rawit lokal masih tinggi, sekitar Rp110 ribu per kilogram. Sekarang sudah ada cabai rawit dari Jawa, harganya sekitar Rp70 ribu sampai Rp90 ribu per kilogram, sehingga pembeli punya pilihan," tutupnya.(yad)

Editor : Hanif
Kemarau Kalbar harga sayuran Pontianak sayuran lokal harga cabai pasar flamboyan