PONTIANAK POST - Anggota DPRD Kota Pontianak, Rino Pandriya, mendorong agar tata kelola sektor pertanian dan perikanan di Kota Pontianak terus diperkuat sehingga mampu menjadi salah satu lumbung ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut Rino, Pontianak memiliki sejumlah potensi pertanian dan perikanan yang dapat dikembangkan secara lebih serius. Pengembangan tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga harus memperhatikan pasar, pengolahan hingga pemasaran produk.
Salah satu komoditas yang dinilai memiliki potensi ekonomi adalah tanaman lidah buaya. Rino mengatakan, potensi lidah buaya perlu dipetakan secara lebih menyeluruh, terutama terkait peluang pasar dan kebutuhan industri.
Baca Juga: Diduga Terlibat Pembakaran Lahan dan Teror, Anggota DPRD Mempawah Berinisial C Dilaporkan ke Polisi
“Lidah buaya ini memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, perlu dipetakan potensi pasarnya, baik untuk pangan maupun sebagai bahan baku kosmetik dan kesehatan,” ujar Rino Rabu (23/9).
Menurutnya, pemetaan pasar menjadi penting agar pengembangan lidah buaya tidak hanya berhenti pada aktivitas budidaya. Petani dan pelaku usaha perlu mengetahui kebutuhan pasar, volume permintaan, standar produk serta peluang pengembangan produk turunannya.
“Dengan adanya pemetaan, ini akan menjadi kompas untuk pengembangan lidah buaya agar semakin luas. Kita tidak hanya berpikir bagaimana menanam, tetapi juga ke mana hasilnya akan dijual dan bagaimana produk tersebut memiliki nilai tambah,” katanya.
Rino menilai, penguatan sektor pertanian dan perikanan juga perlu dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan kelompok pembudidaya. Dengan tata kelola yang baik, potensi yang ada di daerah dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia berharap pengembangan komoditas lokal tidak hanya menghasilkan bahan mentah, tetapi mampu mendorong lahirnya produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Hal ini sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Potensi pertanian dan perikanan harus kita kelola dengan baik. Jangan sampai kita hanya menjadi penghasil bahan mentah, sementara nilai tambahnya justru dinikmati di tempat lain,” ujarnya.
Rino menambahkan, pemerintah daerah perlu memiliki data dan peta potensi yang jelas sebagai dasar menentukan arah kebijakan. Dengan demikian, pengembangan komoditas unggulan dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.(iza)
Editor : Rafael B. Junior