LDII Dorong Masyarakat Kalbar Hadapi Karhutla dengan Penghijauan dan Konservasi Air

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:03 WIB
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya didampingi Ketua LDII Kalbar, Susanto memberikan keterangan kepada media usai acara Ngopi Bareng, Rabu (23/9). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)
Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya didampingi Ketua LDII Kalbar, Susanto memberikan keterangan kepada media usai acara Ngopi Bareng, Rabu (23/9). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mendorong peran nyata masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui imbauan, tetapi juga tindakan nyata seperti penghijauan, reboisasi, konservasi air hingga pemanfaatan lahan terbengkalai menjadi lahan produktif.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII, Dody Taufiq Wijaya mengatakan, persoalan karhutla menjadi salah satu isu yang penting dibicarakan, khususnya di Kalbar. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran untuk mengajak masyarakat menjaga, dan melestarikan lingkungan.

“Kalau LDII untuk meng-address atau menjawab isu tersebut, kalau kami ini organisasi kemasyarakatan Islam memang sifatnya mengimbau khususnya warga kita yang normatifnya untuk melestarikan lingkungan, menjaga lingkungan, menanam pohon dan lain-lain,” kata Dody.

Baca Juga: LDII Kalbar Gandeng MTs Khairul Hikmah Mempawah, Gema Cling Disiapkan Cetak Generasi Peduli Lingkungan

Namun, lanjut dia, imbauan tersebut juga diwujudkan melalui tindakan. Sebab, konsep dakwah yang diterapkan LDII adalah dakwah bilhal, yakni menyampaikan pesan dakwah melalui tindakan, dan memberikan contoh secara langsung.

“Konsep LDII itu dakwahnya adalah dakwah bilhal, dakwah dengan tindakan, dakwah dengan contoh,” ujarnya.

Dody mengatakan, sejumlah program yang dijalankan warga LDII di berbagai wilayah Kalbar antara lain reboisasi, penghijauan serta pemanfaatan lahan yang ditinggalkan untuk dijadikan lahan pertanian.

Bahkan, kata dia, terdapat wilayah yang memanfaatkan lahan gambut maupun lahan terbengkalai menjadi lahan produktif. Selain itu, upaya menjaga hutan, menghutankan kembali kawasan serta melakukan konservasi air juga dinilai penting bagi daerah seperti Kalbar.

Baca Juga: Kerja Bersama Untuk Negeri, Pemkab-LDII Kalbar Bersihkan Terminal

“Di beberapa wilayah di Kalbar itu lahan gambut, atau lahan terbengkalai itu menjadi lahan produktif. Itu yang kami manfaatkan, di samping juga menjaga hutan, menghutankan kembali, konservasi air, dan lain-lain,” jelasnya.

Menurut Dody, keterlibatan masyarakat juga perlu dibangun sejak generasi muda. Edukasi mengenai pentingnya menjaga, dan melestarikan lingkungan perlu diberikan sejak dini, termasuk melalui kegiatan menanam pohon dan tanaman produktif.

Generasi muda, lanjutnya, dapat diajarkan menanam berbagai jenis tanaman, baik hortikultura maupun tanaman lain yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. “Bagaimana kita mengedukasi generasi muda kita sejak dini untuk tetap menjaga lingkungan, dan melestarikan lingkungan. Diajari menanam pohon, diajari menanam tanaman-tanaman produktif,” katanya.

Selain ikhtiar secara fisik, Dody menyebut LDII juga mendorong upaya spiritual dalam menghadapi karhutla. Salah satunya dengan mengimbau warga LDII di seluruh Indonesia melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan. Menurutnya, salat istisqa telah dilakukan di sejumlah daerah sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat Allah SWT agar diturunkan hujan.

“Antara lain adalah mengimbau warga kami seluruh Indonesia untuk melakukan salat istisqa, salat minta hujan. Ini sudah kami lakukan di beberapa daerah, untuk meminta rahmat dari Allah SWT untuk menurunkan hujan,” ujarnya.

Dody menegaskan, upaya menghadapi karhutla perlu dilakukan secara bersama-sama. Selain menjaga lingkungan, dan melakukan konservasi air, masyarakat juga diingatkan untuk menanam pohon. Serta yang tak kalah penting juga tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak hutan, terutama pembakaran.

“Di samping ikhtiar-ikhtiar fisik, menjaga lingkungan, konservasi air, terus juga menanam pohon, dan juga tidak melakukan hal-hal yang merusak hutan, apalagi pembakaran hutan,” pungkasnya.(bar)

 

Editor : Rafael B. Junior
lingkungan Kalbar konservasi air LDII karhutla kalbar reboisasi