PONTIANAK POST – Hujan mulai berpeluang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada akhir September, tetapi kabut asap belum serta-merta hilang. Kondisi ini terjadi karena wilayah yang menjadi sumber asap, terutama Ketapang, Kayong Utara hingga bagian Kalimantan Tengah, masih belum mendapat hujan signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar memprakirakan curah hujan pada dasarian III atau 21–30 September 2026 berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 20–150 milimeter per dasarian. Sementara itu, kabut asap masih berpotensi memengaruhi Kubu Raya dan Kota Pontianak.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Noventia mengatakan, hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, tetapi kondisi udara masih dapat berkabut akibat asap. “Hujan dengan intensitas sedang kami perkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan sebagian Ketapang,” jelasnya, Kamis (24/9).
Baca Juga: BMKG Ingatkan Warga Kubu Raya Waspadai Cumulonimbus Saat Pancaroba, Petir hingga Angin Kencang
Artinya, hujan yang turun di satu wilayah belum otomatis membersihkan udara di wilayah lain. Pergerakan asap sangat bergantung pada lokasi sumber kebakaran, kondisi angin dan sebaran hujan.
Data BMKG menunjukkan periode tanpa hujan masih menjadi persoalan di bagian selatan Kalbar. Berdasarkan pemantauan hingga 20 September, Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang mencapai 84 hari dan terjadi di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Kondisi tersebut masuk kategori ekstrem.
BMKG mengingatkan wilayah Kalbar bagian selatan masih memiliki tingkat kemudahan kebakaran dari kategori mudah hingga sangat mudah. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Noventia juga mengingatkan hujan yang turun dapat disertai kilat, petir maupun angin kencang berdurasi singkat. Pada saat yang sama, kenaikan suhu udara tetap perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan kemudahan terjadinya karhutla.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Warga Kubu Raya Waspadai Cumulonimbus Saat Pancaroba, Petir hingga Angin Kencang
Ancaman asap tersebut diperkuat data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar. Hingga Selasa (22/9), tercatat 2.199 titik panas di Kalbar. Sebanyak 77 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi masih harus diverifikasi di lapangan sebelum dinyatakan sebagai kebakaran.
“Update titik panas di Kalbar, total titik panas ada 2.199, yang dengan tingkat kepercayaan tinggi ada 77. Titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi ini yang dicurigai sebagai api, semuanya terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang,” kata Daniel.
Kabut asap juga berdampak terhadap jarak pandang. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang kurang dari satu kilometer tercatat di Ketapang, Sintang dan Singkawang. Kondisi ini menjadi pertimbangan dalam pengerahan satgas udara untuk penanganan karhutla.
“Satgas darat di semua kabupaten bergerak untuk melakukan ground check di wilayah masing-masing. Sedangkan satgas udara akan bergerak jika visibility memungkinkan untuk melakukan penerbangan,” ujarnya.
Operasi pemadaman, pemblokiran dan pendinginan masih dilakukan di Ketapang dan Kayong Utara. Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara di bawah permukaan lahan gambut tidak kembali menyala.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar masih mendistribusikan air bersih ke sejumlah daerah yang terdampak kekeringan. Di Kota Pontianak, persoalan air bersih bahkan terlihat dari antrean warga di sejumlah lokasi pengisian.
Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan polisi meningkatkan patroli dan pemantauan di lokasi pengisian air bersih untuk menjaga keamanan serta mencegah gangguan akibat kepadatan antrean.
“Kami terus melakukan pemantauan dan patroli di lokasi-lokasi yang menjadi titik antrean air bersih,” kata Endang, Selasa (22/9).
Menurutnya, kekeringan panjang meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih. Karena itu, masyarakat diminta tertib saat mengantre sekaligus menghemat penggunaan air.
“Gunakan air sesuai kebutuhan dan hindari pemborosan agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara bersama-sama,” ujarnya.
Endang juga meminta warga melaporkan potensi gangguan keamanan di lokasi antrean melalui Call Center 110.
Sementara itu, peluang hujan ringan masih terbuka di Kayong Utara, Ketapang, Pontianak, Singkawang, Kubu Raya, Melawi, Mempawah dan Sekadau. Hujan sedang diprediksi terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Sambas, Landak, Sanggau dan Sintang. Namun, BMKG belum memprakirakan hujan lebat di wilayah Kalbar.(mrd)
Editor : Rafael B. Junior