PONTIANAK POST - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi di pasaran. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menggelar operasi pasar dengan memberikan subsidi terhadap sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Ketua TPID Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan kenaikan harga bahan pokok saat ini masih dalam kondisi yang dapat ditoleransi dan relatif terjangkau masyarakat. Namun, pemerintah tetap perlu mengambil langkah antisipasi agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.
“TPID terus berupaya melakukan penurunan inflasi. Kondisi harga tinggi seperti ini masih dalam taraf yang bisa diterima dan masih terjangkau masyarakat. Tetapi tentu ada langkah yang akan kita lakukan untuk menurunkan harga,” ujar Amirullah, Rabu (23/9).
Menurutnya, salah satu langkah yang akan ditempuh adalah operasi pasar terhadap sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi. Komoditas seperti beras, minyak goreng dan gula pasir menjadi beberapa bahan pokok yang dapat menjadi sasaran operasi pasar.
“Langkah yang paling dekat untuk membantu masyarakat agar harga tetap terjangkau adalah melalui operasi pasar. Harga normal kita intervensi dengan subsidi, sehingga diharapkan harga bisa turun dan terbentuk titik keseimbangan baru,” katanya.
Selain operasi pasar, TPID juga akan berupaya memastikan kelancaran distribusi bahan pokok. Amirullah menjelaskan, harga suatu komoditas sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Ketika permintaan masyarakat tetap tinggi sementara pasokan berkurang, maka harga secara otomatis akan terdorong naik.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok Naik, Pemkot Pontianak Siapkan Operasi Pasar Murah di Enam Kecamatan
“Ini harus kita lihat penyebabnya dari mana, apakah produksi, distribusi atau ada penyebab lainnya. Kalau distribusi tidak lancar, misalnya barang penyumbang inflasi didatangkan dari luar daerah kemudian tidak masuk karena kendala transportasi atau kondisi kabut asap, tentu ini perlu dikaji,” jelasnya.
Untuk komoditas pertanian seperti cabai dan sayuran, pemerintah juga mendorong masyarakat agar ikut meningkatkan produksi secara mandiri. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan sehari-hari.
“Masyarakat kita imbau untuk menyiapkan lahan sendiri. Kebutuhan yang paling memungkinkan adalah menanam sayur-mayur dengan memanfaatkan lahan di rumah masing-masing atau melalui hidroponik. Ini bisa membantu dari sisi suplai,” ungkapnya.
Menurut Amirullah, langkah tersebut sudah mulai diimbau dan dilaksanakan masyarakat. Peningkatan produksi pangan dari tingkat rumah tangga diharapkan dapat membantu menambah pasokan sekaligus mengurangi tekanan terhadap harga.
“Kalau suplai lebih rendah sementara permintaan tetap, otomatis harga akan terdorong naik. Karena itu, kita harus membantu dari sisi suplai,” ujarnya.
Amirullah menegaskan, pemerintah akan terus mengambil kebijakan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki Pemerintah Kota Pontianak. Selain operasi pasar dan subsidi, kelancaran akses distribusi juga menjadi perhatian.
“Pemerintah akan mengambil kebijakan dalam batas kewenangan yang dimiliki Pemkot Pontianak. Yang paling mampu kita lakukan adalah mengimbau warga menanam kebutuhan sehari-hari, melakukan operasi pasar, membantu subsidi harga, dan memastikan distribusi tetap lancar,” katanya.
Ia berharap berbagai langkah tersebut mampu menciptakan keseimbangan baru antara pasokan dan permintaan sehingga harga bahan pokok secara bertahap dapat kembali terjangkau masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan adanya suplai yang kita subsidi, terbentuk titik keseimbangan baru dan harganya semakin rendah,” tutupnya.(iza)
Editor : Rafael B. Junior