PONTIANAK POST — Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (PS-MKM) Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) sukses menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat kolaborasi internasional dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Perak, Malaysia, 12–16 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut bertajuk “Optimalisasi Self EFT (Emotional Freedom Technique) sebagai Pendekatan dalam Meningkatkan Motivasi Olahraga, Relaksasi, Sugesti Positif, serta Membantu Mengurangi Kecemasan”. Pengabdian dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan edukasi dan pendekatan promotif-preventif kepada masyarakat sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.
Kegiatan ini melibatkan dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Dr. Andri Dwi Hernawan, S.K.M., M.Kes., Epid., Dr. Indah Budiastutik, S.K.M., M.Kes., serta pakar/praktisi EFT, Dr. H. Mardjan, M.Kes. Kehadiran para dosen dan praktisi memberikan penguatan pada aspek edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, serta praktik terapi EFT yang dapat dilakukan secara mandiri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan EFT yang diikuti oleh sekitar 50 peserta. Peserta mendapatkan pengenalan mengenai konsep self EFT, teknik dasar EFT, serta praktik yang diarahkan untuk mendukung relaksasi, membangun sugesti positif, dan meningkatkan motivasi untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin.
Kegiatan berlanjut di Kampung Gesir, Kuala Kubu Bharu desa binaan UPSI. Didampingi perwakilan dosen UPSI Dr. Supriatno Salam, mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat pemeriksaan kesehatan dan layanan terapi EFT. Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama internasional dalam bidang kesehatan masyarakat sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara akademisi, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat di Indonesia dan Malaysia.
Pada pos layanan terapi EFT, sebanyak 32 orang peserta telah melakukan pemeriksaan kesehatan dengan kategori tekanan darah, kadar glukosa, kolesterol, dan asam urat sewaktu yang masuk kategori tinggi, mengikuti edukasi dan terapi EFT.
Baca Juga: PKM Universitas Muhammadiyah Pontianak: Gandeng Siswa MAN 1 Tingkatkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik dan pengelolaan stress.
Melalui terapi EFT, peserta diarahkan untuk melakukan teknik relaksasi dan sugesti positif yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan motivasi dalam menjalankan aktivitas olahraga. Pendekatan tersebut juga diperkenalkan sebagai salah satu teknik pendukung untuk membantu peserta mengelola kecemasan dan menciptakan kondisi yang lebih rileks.
Himpunan Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat (HIMATERKESMAS) juga turut terlibat dan berperan aktif dalam rangkaian kegiatan pengabdian tersebut. Mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kesehatan, antara lain pemeriksaan kesehatan masyarakat, penanaman pohon, serta gotong royong membersihkan tempat ibadah.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktik pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung. Kegiatan sosial seperti penanaman pohon dan gotong royong juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan dan meningkatkan semangat kebersamaan masyarakat.
Dr. Andri Dwi Hernawan, Ketua Program Studi Magister sekaligus Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Internasional menyampaikan kegiatan pengabdian ini didanai dari dana hibah internal Universitas Muhammadiyah Pontianak. “Melalui kegiatan ini, tridarma perguruan tinggi sekaligus kesempatan untuk memperluas pengalaman mahasiswa dalam konteks internasional dapat diimplementasikan,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Kolaborasi dengan UPSI diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama akademik dan pengabdian masyarakat antara kedua institusi.
Dr. Andri juga mengungkapkan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, motivasi untuk berolahraga, serta kemampuan melakukan teknik relaksasi secara mandiri.
Di sisi lain, kolaborasi internasional UMP-UPSI menjadi pengalaman berharga dalam mewujudkan sinergi antara dosen, praktisi, mahasiswa, masyarakat, dan mitra internasional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi model kolaborasi yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, kepedulian lingkungan, serta pendekatan kesehatan komplementer yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. (vie/ser)
Editor : Silvina