Poltekkes Pontianak Gelar PKM PIHC ke-5 Tahun 2026: Mangrove Ditanam, Pesisir Dijaga

Miftahul Khair • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:39 WIB
Peserta PIHC ke-5 bersama warga menanam mangrove di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Rabu (23/9). (ISTIMEWA)
Peserta PIHC ke-5 bersama warga menanam mangrove di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Rabu (23/9). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST — Peserta Pontianak International Health Conference (PIHC) ke-5 bersama warga menanam mangrove di Pelangi Kapuas Park, Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (23/9). Poltekkes Kemenkes Pontianak menggelar kegiatan itu untuk menghubungkan upaya menjaga kesehatan masyarakat dengan perlindungan lingkungan pesisir.

Penanaman mangrove menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional bertema “Global Collaboration: Mangrove Restoration for a Healthy and Sustainable Community”. Kegiatan tersebut mempertemukan warga, akademisi, tenaga kesehatan, organisasi profesi, pemerintah daerah, dan mitra dari University of Newcastle, Australia.

Mangrove dipilih karena berperan melindungi wilayah pesisir dan menyediakan habitat bagi berbagai biota. Ekosistem pesisir yang terjaga juga berkaitan dengan kualitas lingkungan perairan dan ketersediaan sumber pangan masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta diajak melihat bahwa upaya menjaga kesehatan tidak hanya berlangsung di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dimulai dari lingkungan tempat warga hidup.

Baca Juga: Cegah Stunting, Dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak Latih Kader Posyandu Gunakan Aplikasi CETING

Warga Desa Jeruju Besar turut terlibat dalam penanaman. Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena mangrove yang ditanam memerlukan perhatian setelah kegiatan berakhir agar upaya pemulihan kawasan pesisir dapat berlanjut.

Kegiatan tersebut juga diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak; perwakilan Politeknik Aisyah Pontianak dan Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah; serta anggota Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia dari Pontianak, Kubu Raya, Landak, dan Mempawah. Kelompok Tani Hutan Pelestari Lingkungan Buih Muara hadir sebagai unsur masyarakat yang bergerak dalam pelestarian lingkungan.

Dari unsur pemerintah, hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Kapuas, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, serta pemerintah kecamatan dan desa. Kegiatan juga dihadiri Bhabinkamtibmas dan pengelola Pelangi Kapuas Park.

Poltekkes Kemenkes Pontianak berharap kerja sama yang terbangun melalui PIHC tidak berhenti pada penanaman mangrove. Perawatan tanaman dan keterlibatan warga menjadi langkah berikutnya agar kegiatan tersebut memberi manfaat bagi lingkungan pesisir dalam jangka panjang. (ser)

Editor : Miftahul Khair
mangrove restoration jeruju besar pesisir Poltekkes Kemenkes Pontianak