PONTIANAK POST - Sebanyak 1.870 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan pada 23 September 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. Dari jumlah tersebut, 174 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalbar, Daniel mengatakan, data tersebut menjadi bagian dari perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar, Kamis (24/9).
“Dari 1.870 titik panas, tingkat kepercayaan rendah sebanyak 61 titik, menengah 1.635 titik, dan tinggi 174 titik,” kata Daniel.
Baca Juga: Donata Soroti Dampak Karhutla terhadap Kesehatan Warga, Salurkan Sembako dan Air Bersih
Dari 174 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebut, 149 titik berada di Kabupaten Ketapang. Titik lainnya tersebar di Kabupaten Kayong Utara (KKU), Melawi, dan Sintang.
Di Kabupaten Ketapang, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di sejumlah kecamatan, yakni Air Upas, Hulu Sungai, Jelai Hulu, Kendawangan, Manis Mata, Matan Hilir Selatan, dan Matan Hilir Utara. Termasuk juga di Kecamatan Muara Pawan, Nanga Tayap, Sandai, Simpang Dua, Singkup, Sungai Laur, Sungai Melayu Rayak dan Timbang Titi.
Sementara di KKU titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi berada di Kecamatan Pulau Maya, dan Simpang Hilir. Kemudian Kabupaten Melawi meliputi Kecamatan Belimbing, Pinoh Utara, dan Tanah Pinoh Barat. Sedangkan di Kabupaten Sintang terdeteksi di Kecamatan Kayan Hilir, dan Kayan Hulu.
Daniel mengatakan titik panas tersebut masih perlu dilakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan apakah benar merupakan titik api atau bukan. "Satgas darat, dan Satgas udara akan melakukan ground check apakah titik panas ini api atau bukan," ujarnya.
Baca Juga: Misi Kemanusiaan Karhutla: Dari Kubu Raya, Ferry Irwandi Lanjut ke KKU
Di sisi lain, kondisi kualitas udara Kalbar pada 24 September 2026 secara umum berada dalam kategori sangat tidak sehat. Jarak pandang juga umumnya kurang dari satu kilometer. Penurunan jarak pandang tersebut disebabkan oleh kabut asap akibat karhutla.
Dalam penanganannya, Satgas Darat terus melaksanakan patroli, dan pemadaman di wilayah masing-masing. Sementara Satgas Udara melaksanakan patroli, apabila kondisi visibilitas memungkinkan, di sejumlah wilayah. “Patroli udara dilakukan di Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Sanggau dan Sekadau,” tambahnya.
Selain patroli, penanganan melalui water bombing juga dilakukan di sejumlah lokasi. Di antaranya di Pulau Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Lalu di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Kemudian di Desa Karang Anyar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kayong Utara. Selanjutnya di Desa Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor, Kabupaten Kubu Raya, serta Desa Seoan Tonak, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi.
Daniel menyebutkan, berdasarkan prediksi potensi hujan pada 24 September 2026, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Sementara hujan ringan diprediksi terjadi di Bengkayang, Kayong Utara, Kota Singkawang, Melawi, Sambas dan Sekadau.
Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kapuas Hulu, Ketapang, Kota Pontianak, Kubu Raya, Landak, Mempawah, Sanggau dan Sintang. “Untuk hujan lebat, tidak ada wilayah yang diprediksi mengalaminya,” katanya.
Selain penanganan karhutla, bantuan untuk masyarakat terdampak juga terus dilakukan. Distribusi air bersih, dan operasi pasar telah dilaksanakan di Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara, dan Kota Pontianak.
BPBD Kalbar juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan pertanian maupun perkebunan. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah di lahan gambut serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering.
Daniel juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi atau video terkait karhutla yang sumber, dan lokasinya tidak jelas. Warga diminta segera melaporkan kepada RT, kepala desa atau lurah setempat apabila melihat titik api. “Jangan menyebarkan video kebakaran tanpa tanggal, tanpa lokasi jelas, dan tanpa sumber resmi,” pesannya.(bar)
Editor : Rafael B. Junior