PONTIANAK POST - Dalam podcast Satu Kata yang tayang pada jumat (25/9), mantan Wali Kota sekaligus mantan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengungkap sisi lain dari tingginya angka kebocoran air Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak semasa ia menjabat.
Menurutnya, kebocoran saat itu berada di atas 40 persen, bahkan hampir menyentuh 50 persen.
“Tingkat kebocoran awalnya di atas 40 persen, malah hampir 50 persen, tapi bisa kita tekan di bawah 30 persen, antara 26-27 persen. Itu luar biasa,” ujar Sutarmidji.
Baca Juga: Sutarmidji Sentil Penanganan Asap dan Air Asin di Pontianak, Usul Waduk Penepat Diperluas 10 Kali
Ia menjelaskan setiap 1 persen kebocoran air setara kerugian miliaran rupiah bagi perusahaan daerah tersebut.
Sehingga penekanan angka kebocoran menjadi kunci utama PDAM berbalik dari rugi menjadi untung.
Modus Kongkalikong Pengguna Besar
Sutarmidji menegaskan bahwa kebocoran yang dimaksud bukan sekadar persoalan pipa tua yang bocor secara alami, melainkan juga melibatkan praktik kongkalikong dengan pelanggan-pelanggan besar.
Ia bahkan dulu sempat pernah menutup saluran seluruh hotel di Pontianak untuk menelusuri kejanggalan tersebut.
Baca Juga: Sutarmidji Kembali Sentil Wali Kota Pontianak soal Waduk Penepat: "Ngapain Pula Lalu Jadi Merampot"
“Bocor itu kan kongkalikong sama pengguna besar. Waktu itu kan heboh, waktu saya nutup semua hotel tu saya kunci, tutup saluran itu,” ungkapnya.
Untuk melacak titik kebocoran yang sebenarnya berupa pencurian air, Sutarmidji mengaku sampai menyuntikkan pewarna ke jaringan pipa guna memastikan air yang seharusnya naik ke pelanggan tidak justru mengalir ke arah yang tidak semestinya.
“Kalau air bocor kan pasti ke atas, nggak mungkin ke bawah, kan tekanan. Kalau ada tekanan air bocor itu berarti dicuri, berarti ada permainan orang-orang dalam,” ujarnya.
Ruko Kosong Berkedok Rumah Tangga
Salah satu temuan mencolok yang diungkap Sutarmidji adalah kejanggalan pada sebuah hotel yang pembayaran tagihan PDAMnya justru terus menurun.
Walau tingkat hunian dan pajak hotel-restorannya naik, dari sekitar Rp50 juta hingga tersisa belasan juta rupiah per bulan.
“Ternyata dia gunakan itu untuk hotel di sebelahnya, dialirkan ke penampungan mereka, karena harganya bisnis dengan rumah tangga kan beda, bisa sampai setengahnya atau sepertiganya,” jelasnya.
Baca Juga: Edi Kamtono Respons Usulan Sutarmidji Perluas Waduk Penepat hingga 10 Kali Lipat
Ia juga mengungkap modus serupa berupa ruko kosong dengan tarif rumah tangga yang tercatat memakai air hingga 900 meter kubik per bulan, padahal tidak ada aktivitas penghuni di dalamnya.
“Ruko kosong 900 meter kubik per bulan. Nggak mungkin dia buang tiap hari pun nggak mungkin,” ujar Sutarmidji.
Penurunan Kebocoran Dorong PDAM Untung
Menurut Sutarmidji, pembongkaran berbagai praktik semacam itu berhasil menekan tingkat kebocoran riil hingga sekitar 20 persen.
Hal ini menjadi salah satu faktor utama Perumda Tirta Khatulistiwa berbalik dari kondisi merugi menjadi meraih keuntungan selama masa kepemimpinannya.
Baca Juga: Pengakuan Pencuri Meteran PDAM di Pontianak: Beraksi di 7 TKP demi Beli Narkoba
“Praktik-praktik seperti ini ya saya sudah hafal,” katanya menutup topik tersebut.
Editor : Khoiril Arif Ya'qob