PONTIANAK POST — Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) melalui Program Studi Sarjana Terapan Arsitektur Bangunan Gedung melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengetahuan arsitektur dan pelestarian bangunan heritage dalam bentuk yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Salah satu luaran utama kegiatan ini adalah Interactive Building Infostory of The Old Court House in Kuching, Sarawak, Malaysia, sebuah media edukasi digital interaktif yang dapat diakses melalui oldcourthouseinfostory-abgpolnep2026.netlify.app/.
Untuk sementara ini, website hanya optimal jika diakses melalui perangkat komputer/laptop. Produk ini mengintegrasikan dokumentasi sejarah, arsitektur, fisika bangunan, material, serta kondisi bangunan ke dalam sebuah model 3D interaktif. Pengguna tidak hanya membaca informasi, tetapi dapat menjelajahi bangunan secara langsung melalui model digital dan menemukan informasi yang ditempatkan pada lokasi elemen bangunan yang relevan.
Beberapa fitur utama yang dikembangkan meliputi Interactive 3D Building, informasi sejarah yang terhubung secara spasial dengan elemen bangunan, serta fisika bangunan yang mengangkat aspek panas dan paparan matahari, pencahayaan alami, kelembapan dan kondisi lingkungan.
Baca Juga: Polnep–Unimas Dokumentasikan Heritage Shophouse Carpenter Street Melalui Media Digital
Website ini juga dilengkapi dokumentasi kondisi bangunan dan hasil observasi lapangan melalui foto, sehingga pengguna dapat melihat hubungan antara karakter arsitektur, lingkungan tropis, material, serta proses perubahan bangunan dari waktu ke waktu. Konsep ini menjadikan bangunan The Old Courthouse sebagai media pembelajaran yang dapat diakses oleh siapapun yang ingin mempelajari bagaimana arsitektur tropis bertahan hingga 200 tahun. Informasi yang sebelumnya tersebar dalam bentuk hasil survei, foto, catatan sejarah, dan analisis teknis disusun menjadi satu pengalaman belajar yang lebih visual dan interaktif.
Dalam pemaparan produk kepada Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), pengembangan Interactive Building Infostory mendapat respons positif. Diskusi dengan pihak UNIMAS juga membuka kemungkinan pengembangan konsep serupa untuk bangunan heritage lainnya.
Salah satu dosen UNIMAS bahkan menyampaikan ketertarikannya terhadap kemungkinan menggunakan hasil observasi dan infostory tersebut sebagai materi pembelajaran bagi mahasiswa arsitektur tahun pertama. Respons tersebut memperlihatkan bahwa produk PKM tidak hanya berpotensi menjadi media dokumentasi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai media pendidikan dan pertukaran pengetahuan lintas institusi.
Ketua PKM Internasional, Ir. Dewi Ria Indriana, S.T., M.T., memimpin pelaksanaan kegiatan ini, dengan Ir. Ir. Herry Prabowo, S.T., M.Sc., PhD (cand.) sebagai penghubung antara Politeknik Negeri Pontianak dan Universiti Malaysia Sarawak. Rissa Syafutri, S.Ars., M.Arch menjadi representasi dalam pemaparan produk PKM Internasional serta terlibat dalam pengembangan model dan website. Tim survei dan analisis terdiri atas Ar. Ir. Yudhiarma, S.T., M.T., IAI; Ar. Ir. Mochamad Hilmy, S.T., M.T., IAI; Ar. Taufik Wibowo, S.T., M.T., IAI; Indrayadi, S.T., M.T.; Ar. Ari Fitriyanto, S.T., M.Sc., IAI; Rissa Syafutri, S.Ars., M.Arch; Ir. Diah Astiningsih, S.T., M.T.; Fiska Hidayat, S.Ars., M.Ars; dan Zadha Faedhillah Rana, S.Tr.Ars., M.Ars. Tim pengembangan pemodelan dan website melibatkan Rissa Syafutri, S.Ars., M.Arch; Aprianus Aldo Sugeni, S.Tr.Ars; dan Duta Faril Al-Ghifary. Sementara itu, anggota pendukung terdiri atas Nurul Qalbi Kurniashally, S.T., M.T. dan Dede Irwan, S.T., M.Sc.
Baca Juga: Pompa Air Propeller PKM Teknik Mesin Polnep Bantu Tingkatkan Produktivitas Poktan Maju
Ke depan, Interactive Building Infostory diharapkan dapat menjadi model pengembangan media edukasi heritage yang menghubungkan dokumentasi, arsitektur, teknologi digital, dan pembelajaran publik, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas antara POLNEP dan UNIMAS. (mrd/ser)
Editor : Miftahul Khair