RS Mata Ayani Diresmikan, Pontianak Didorong Jadi Pusat Pelayanan Kesehatan Kalbar

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 18:33 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau peralatan di RS Mata Ayani, Minggu (27/9). (Pemkot Pontianak)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau peralatan di RS Mata Ayani, Minggu (27/9). (Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK POST— Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berkembang sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat dari berbagai daerah di provinsi tersebut.

Hal itu disampaikan Edi saat menghadiri peresmian RS Mata Ayani pada Sabtu (26/9/2026). Menurutnya, keberadaan rumah sakit dengan layanan spesialis, peralatan modern, dan tenaga medis berpengalaman dapat memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Pontianak. 

“Alhamdulillah, dengan banyaknya rumah sakit di Pontianak, apalagi yang memiliki layanan spesialis, peralatan yang canggih dan modern, serta didukung dokter-dokter spesialis yang berpengalaman, ini sangat membantu kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Edi.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Pontianak, Rumah Sakit yang Layani Pasien Cuci Darah Jadi Prioritas

Pontianak Diharapkan Jadi Tujuan Berobat

Edi mengatakan posisi Pontianak sebagai ibu kota Kalimantan Barat sekaligus kota jasa dan perdagangan memberikan peluang untuk mengembangkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.

Ia berharap peningkatan fasilitas dan kualitas layanan kesehatan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat untuk berobat ke luar daerah maupun ke negara tetangga.

“Kalau selama ini warga ke Kuching untuk berobat, ke depan kita berharap justru sebaliknya. Pontianak juga bisa menjadi tujuan pelayanan kesehatan,” katanya. 

Menurut Edi, tujuan tersebut membutuhkan dukungan fasilitas kesehatan yang memadai, tenaga medis kompeten, perkembangan teknologi, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: RS Mata Ayani Resmi Beroperasi, Perkuat Layanan Kesehatan Mata di Pontianak

RS Mata Ayani Kembangkan Layanan Kesehatan Mata

Pemilik RS Mata Ayani, Mohamad Subuh, mengatakan pengembangan rumah sakit tidak hanya diarahkan untuk menambah fasilitas pelayanan, tetapi juga memastikan seluruh kegiatan memenuhi ketentuan dan mengutamakan keselamatan pasien.

Subuh menjelaskan pembangunan RS Mata Ayani dimulai sejak 2023. Pada tahap pertama, bangunan yang diresmikan memiliki luas lantai kurang lebih 2.000 meter persegi. 

Pelayanan mata tetap menjadi kekuatan utama rumah sakit tersebut. Namun, RS Mata Ayani juga menyiapkan layanan lain, antara lain penyakit dalam, THT, anestesi, radiologi, serta sejumlah layanan penunjang.

“Pelayanan mata tetap menjadi kekuatan kami, tetapi sesuai perkembangan aturan, rumah sakit juga harus membuka dan menyiapkan pelayanan-pelayanan lain,” kata Subuh.

RS Mata Ayani menargetkan pelayanan kesehatan mata dapat menjangkau masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan daerah sekitarnya, dengan mengacu pada standar nasional.

Untuk mendukung target tersebut, rumah sakit terus melengkapi fasilitas diagnostik, tindakan medis, dan layanan pendukung.

Baca Juga: Warga Keluhkan Pelayanan IGD RSUD dr. Rubini Mempawah, Manajemen Rumah Sakit Janji Lakukan Evaluasi

Tak Hanya Pengobatan, Perkuat Pencegahan

Selain pelayanan kuratif, RS Mata Ayani juga akan memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan mata.

Salah satunya melalui pemeriksaan dan penjaringan mata juling pada anak serta pemeriksaan kesehatan mata bagi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), terutama penderita diabetes dan hipertensi.

“Diabetes dan hipertensi juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan mata. Karena itu, kita ingin pelayanan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan,” katanya.

Pendekatan tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan penanganan ketika mengalami gangguan kesehatan mata, tetapi juga memiliki akses terhadap pemeriksaan dan pencegahan sejak dini.

Baca Juga: RSUD Landak Penuh Pasien, Karolin Dorong Revitalisasi Rumah Sakit dan Bangun Pasar Baru

Siapkan Bakti Sosial Operasi Katarak

RS Mata Ayani juga merencanakan bakti sosial operasi katarak pada Desember 2026.

Selain pelayanan kesehatan, fasilitas rumah sakit tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wahana pendidikan dokter, khususnya untuk mendukung pembelajaran di bidang kesehatan mata.

Subuh berharap keberadaan RS Mata Ayani dapat menambah pilihan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan Pontianak sebagai pusat pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat.

“Mudah-mudahan rumah sakit ini memberi manfaat semakin besar bagi masyarakat, baik untuk pelayanan, pencegahan, maupun pendidikan,” pungkasnya.

Kehadiran RS Mata Ayani menambah fasilitas pelayanan kesehatan mata di Pontianak.

Rumah sakit tersebut juga mengembangkan layanan spesifik seperti operasi retina serta layanan operasi mata juling yang tengah dikembangkan untuk anak dan dewasa.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak
RS Mata Ayani Pontianak RS Mata Ayani layanan kesehatan Pontianak pusat kesehatan Kalbar rumah sakit mata Pontianak