Paguyuban Sunda S4 Kalbar Rayakan Usia ke-67, Pemprov Apresiasi Peran Jaga Kerukunan

Marsita Riandini • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:27 WIB
Acara Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (26/9/2026). (ADPIM PROKOPIM KALBAR)
Acara Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (26/9/2026). (ADPIM PROKOPIM KALBAR)

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi perjalanan Paguyuban Sunda S4 (Simpay Seuweu Siwi Siliwangi) Kalbar yang memasuki usia ke-67 tahun.

Apresiasi tersebut disampaikan Pj Sekda Kalbar Hendra saat menghadiri Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (26/9/2026). Hendra hadir mewakili Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Menurut Hendra, perjalanan 67 tahun menunjukkan peran Paguyuban Sunda S4 dalam menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan melestarikan budaya Sunda di Kalbar.

Baca Juga: Wagub Kalbar Dorong Trabas Sanggau Jadi Event Nasional, Diikuti 787 Rider

Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak berarti menutup diri dari keberagaman. Keragaman justru menjadi jembatan untuk saling mengenal, menghargai, dan memperkuat persaudaraan.

“Hal ini sejalan dengan filosofi luhur ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Masyarakat tetap bangga dengan jati diri dan budaya asal, namun tetap menghormati kearifan lokal serta aktif menjadi bagian dari harmoni kehidupan di Kalbar,” kata Hendra.

Ia menambahkan, Kalbar merupakan rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Karena itu, Paguyuban Sunda S4 diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan persatuan.

Pemprov Kalbar juga mengapresiasi rangkaian Milangkala yang diisi kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Tayan Hulu Gencarkan Patroli Desa

“Mengingat tantangan karhutla di Kalbar masih memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan, kami mengajak seluruh anggota paguyuban serta masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada dan menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran demi menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Hendra berharap semangat kebersamaan dalam Milangkala ke-67 terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Budaya harus tetap dilestarikan, persaudaraan dikuatkan, lingkungan dijaga, dan Kalbar dibangun bersama-sama demi mewujudkan daerah yang aman, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya. (mrd/r)

 

Editor : Hanif
Paguyuban Sunda S4 Milangkala ke-67 Kerukunan Kalbar budaya sunda pemprov kalbar