Pontianak Dorong Layanan Kesehatan Bertaraf Nasional, Target Jadi Pusat Kesehatan Kalbar

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 14:32 WIB
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono

PONTIANAK POST - Kota Pontianak dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat seiring bertambahnya rumah sakit dengan layanan spesialis, teknologi medis modern, serta tenaga kesehatan berpengalaman.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penguatan fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk warga dari berbagai daerah di Kalbar.

“Alhamdulillah, dengan banyaknya rumah sakit di Pontianak, apalagi yang memiliki layanan spesialis, peralatan yang canggih dan modern, serta didukung dokter-dokter spesialis yang berpengalaman, ini sangat membantu kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Edi saat menghadiri peresmian RS Mata Ayani, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga: DPRD Kalbar Dorong Evaluasi Total Penanganan Karhutla, Soroti Dampak Kesehatan dan Ekonomi

Menurut Edi, posisi Pontianak sebagai ibu kota provinsi sekaligus kota jasa dan perdagangan menjadi modal untuk mengembangkan sektor pelayanan kesehatan. Ia berharap semakin lengkapnya fasilitas kesehatan dapat mengurangi masyarakat berobat ke luar daerah maupun ke negara tetangga.

“Kalau selama ini warga ke Kuching untuk berobat, ke depan kita berharap justru sebaliknya. Pontianak juga bisa menjadi tujuan pelayanan kesehatan,” katanya.

Edi menyebut, target tersebut membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai, tenaga medis kompeten, perkembangan teknologi kesehatan, serta pelayanan yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Pemilik RS Mata Ayani Mohamad Subuh mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut dimulai sejak 2023. Pada tahap pertama, bangunan yang diresmikan memiliki luas lantai sekitar 2.000 meter persegi.

Baca Juga: RS Mata Ayani Diresmikan, Pontianak Didorong Jadi Pusat Pelayanan Kesehatan Kalbar

RS Mata Ayani tetap menjadikan pelayanan kesehatan mata sebagai kekuatan utama. Namun, rumah sakit juga menyiapkan sejumlah layanan lain sesuai perkembangan regulasi, seperti penyakit dalam, THT, anestesi, radiologi, dan layanan penunjang.

“Pelayanan mata tetap menjadi kekuatan kami, tetapi sesuai perkembangan aturan, rumah sakit juga harus membuka dan menyiapkan pelayanan-pelayanan lain,” kata Subuh.

Ia mengatakan RS Mata Ayani menargetkan pelayanan kesehatan mata dengan standar nasional bagi masyarakat Kalbar, khususnya Pontianak dan sekitarnya. Fasilitas diagnostik, tindakan medis, hingga layanan pendukung terus dilengkapi.

Selain pengobatan, rumah sakit juga akan memperkuat upaya promotif dan preventif. Salah satunya melalui penjaringan mata juling pada anak serta pemeriksaan kesehatan mata bagi peserta prolanis, terutama penderita diabetes dan hipertensi.

“Diabetes dan hipertensi juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan mata. Karena itu, kita ingin pelayanan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan,” ujarnya.

RS Mata Ayani juga merencanakan bakti sosial operasi katarak pada Desember 2026. Fasilitas rumah sakit tersebut turut diharapkan dapat menjadi wahana pendidikan dokter, khususnya dalam pembelajaran bidang kesehatan mata.

Subuh berharap kehadiran RS Mata Ayani dapat memperluas pilihan pelayanan kesehatan berkualitas sekaligus mendukung pengembangan Pontianak sebagai pusat layanan kesehatan di Kalbar.

“Mudah-mudahan rumah sakit ini memberi manfaat semakin besar bagi masyarakat, baik untuk pelayanan, pencegahan, maupun pendidikan,” pungkasnya. (iza/r)

Editor : Hanif
kesehatan Pontianak Rumah Sakit Pontianak RS Mata Ayani layanan kesehatan Edi Rusdi Kamtono