PkM Poltekkes Pontianak Dorong Siantan Hilir Bebas Sampah

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 15:45 WIB
PILAH SAMPAH — Warga mengikuti simulasi pembuatan kompos menggunakan komposter ember tumpuk dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak di RW 29 Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara, Minggu (27/9). Kegiatan tersebut mendorong warga memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.
PILAH SAMPAH — Warga mengikuti simulasi pembuatan kompos menggunakan komposter ember tumpuk dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak di RW 29 Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara, Minggu (27/9). Kegiatan tersebut mendorong warga memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

 

PONTIANAK POST — Pengetahuan warga RW 29 Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, mengenai sampah tergolong baik, tetapi belum sepenuhnya diikuti perilaku pengelolaan yang benar. Hasil observasi menunjukkan 72 persen warga memiliki pengetahuan yang baik tentang sampah, sementara 92 persen masih menunjukkan perilaku pengelolaan sampah yang kurang baik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Mereka menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mengenai pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R—reduce, reuse, dan recycle—di RW 29 Siantan Hilir, Minggu (27/9).

Kegiatan menyasar ibu-ibu RT 03/RW 29. Kawasan tersebut dipilih karena merupakan permukiman padat penduduk di wilayah pesisir yang masih menghadapi persoalan pengelolaan sampah domestik.

Sebagian sampah rumah tangga masih dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS) maupun lahan kosong di sekitar permukiman. Kebiasaan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, termasuk penyumbatan saluran air dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.

FOTO BERSAMA — Tim PkM Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak berfoto bersama warga dan pemangku kepentingan seusai kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R di RW 29 Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara, Minggu (27/9).
FOTO BERSAMA — Tim PkM Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak berfoto bersama warga dan pemangku kepentingan seusai kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R di RW 29 Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara, Minggu (27/9).

 

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak Suharno mengatakan hasil observasi menunjukkan edukasi mengenai sampah tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk teori. Warga juga perlu dibiasakan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapat edukasi penerapan prinsip 3R. Pada aspek reduce, warga didorong mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tas belanja sendiri, serta mengurangi sampah makanan.

Sementara prinsip reuse diterapkan dengan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Misalnya, botol bekas dijadikan pot tanaman, pakaian layak pakai disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, serta minyak jelantah dikumpulkan agar dapat dimanfaatkan kembali, termasuk sebagai bahan baku biodiesel.

Adapun dalam penerapan recycle, warga dilatih memilah sampah berdasarkan karakteristiknya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan untuk budidaya maggot BSF. Sampah anorganik seperti plastik, karton, dan kertas dapat disalurkan ke bank sampah. Sementara residu dan limbah rumah tangga yang memerlukan penanganan khusus, seperti popok dan baterai, dipisahkan dari sampah lainnya.

Tim dosen juga memberikan pelatihan pembuatan kompos menggunakan komposter ember tumpuk. Pengolahan sampah organik menjadi salah satu fokus karena jenis sampah tersebut disebut mendominasi sampah rumah tangga.

Ketua RW 29 Mursam menyambut baik pelatihan tersebut. Menurut dia, selama ini sampah rumah tangga warga umumnya belum dipilah berdasarkan jenisnya.

“Warga kami antusias. Selama ini sampah campur semua. Setelah pelatihan ini kami mau bentuk Bank Sampah RW 29,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan UPT Puskesmas Siantan Hilir. Warga didorong menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Febi Resiana juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat. Pemilahan sejak dari sumber dinilai menjadi salah satu tahapan penting agar sampah rumah tangga dapat dikelola sesuai karakteristiknya.

Sebagai tindak lanjut, tim menyerahkan komposter ember tumpuk serta karung untuk pemilahan sampah plastik, karton, dan kertas kepada warga. Sarana tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi perlengkapan pelatihan, tetapi digunakan secara berkelanjutan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan bank sampah di tingkat lingkungan. Tim berharap RW 29 dapat berkembang menjadi kawasan percontohan pengelolaan sampah berbasis 3R dan bank sampah di Kelurahan Siantan Hilir.

“Kami berharap RW 29 bisa menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis 3R dan bank sampah sehingga Siantan Hilir dapat menuju wilayah bebas sampah,” kata Suharno.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak terdiri atas Suharno sebagai ketua, serta Taufik Anwar dan Fara Citra sebagai anggota. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
sampah Poltekkes Pontianak PKM 3rd Runner-up siantan hilir