Harga Sayuran Naik, DPRD Dukung Rencana Pasar Sayur di CFD Pontianak

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.

PONTIANAK POST - Rencana Pemerintah Kota Pontianak membuka pasar sayuran yang akan ditempatkan di area Car Free Day (CFD) mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa.

Menurut Bebby, kehadiran pasar sayuran tersebut merupakan langkah yang tepat di tengah kondisi harga sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional mengalami kenaikan cukup pesat. Pasar sayuran di area CFD dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Menurut saya ini sangat baik untuk masyarakat. Apalagi kondisi sekarang harga sayuran di pasar tradisional mengalami kenaikan. Jadi langkah pemerintah kota untuk membuka pasar sayuran ini sangat tepat,” ujar Bebby, Selasa (29/9).

Baca Juga: Pemkab Sambas Dorong UKM Kembangkan Usaha, CFD Jadi Ruang Promosi Produk Lokal

Namun demikian, Bebby meminta Pemkot Pontianak tidak hanya memikirkan lokasi dan pelaksanaan pasar, tetapi juga memastikan ketersediaan sayuran yang akan dijual benar-benar mencukupi kebutuhan masyarakat.

Ia mengingatkan agar stok sayuran yang disiapkan tidak terlalu sedikit. Sebab, dengan kondisi harga yang sedang meningkat, diperkirakan antusiasme masyarakat untuk berbelanja di pasar sayuran tersebut akan cukup tinggi.

“Jangan sampai penyediaan sayurnya seadanya. Kalau masyarakat tahu ada pasar sayuran dengan harga yang lebih terjangkau, tentu akan ramai yang datang. Jadi stoknya harus dipersiapkan cukup banyak,” katanya.

Bebby bahkan mempertanyakan kesiapan Dinas Pertanian Kota Pontianak maupun pihak terkait mengenai jumlah sayuran yang nantinya akan disediakan untuk masyarakat.

Baca Juga: Pemerintah Buka Peluang Modal untuk UMKM Berbasis KI, Plafon Rp10 Triliun: Cek Cara Mendapatkannya

Menurutnya, pengalaman pelaksanaan pasar sayuran yang digelar Pemkot Pontianak sebelumnya perlu menjadi evaluasi. Saat itu, jumlah sayuran yang disediakan dinilai belum cukup untuk memenuhi antusiasme masyarakat.

“Dinas Pertanian harus kita tanyakan, berapa banyak sayuran yang akan disediakan. Jangan seperti pasar sayuran yang belum lama ini digelar. Sayurannya tidak begitu banyak, sehingga ketika masyarakat datang justru sudah habis dan tidak kebagian,” ungkapnya.

Ia berharap pelaksanaan pasar sayuran di area CFD nantinya benar-benar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

Bebby menilai keberadaan pasar tersebut akan lebih efektif apabila pemerintah mampu menjaga kesinambungan pasokan, sehingga masyarakat yang datang tidak hanya mendapatkan informasi mengenai harga murah, tetapi benar-benar dapat membeli kebutuhan sayuran yang mereka perlukan.

“Yang paling penting bukan hanya dibuka, tetapi masyarakat yang datang harus bisa mendapatkan sayuran. Kalau permintaannya tinggi, stok juga harus disesuaikan. Ini yang perlu dipersiapkan pemerintah,” tegasnya.(iza)

Editor : Hanif
pasar sayur Pontianak CFD Pontianak harga sayuran pemkot pontianak Bebby Nailufa