BMKG Ingatkan Jeda Hujan Awal Oktober, Karhutla Kalbar Kembali Diwaspadai

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:21 WIB
Logo BMKG
Logo BMKG

PONTIANAK POST - Kalimantan Barat belum sepenuhnya lepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketika hujan masih turun di sejumlah daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru mengingatkan adanya jeda hujan pada 2-9 Oktober 2026 yang dapat meningkatkan potensi kebakaran.

Peringatan itu muncul bersamaan dengan kembali naiknya titik panas. Data BMKG hingga Selasa (29/9) pukul 23.59 WIB mencatat 36 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Kabupaten Ketapang mendominasi dengan 27 titik, disusul Sintang dan Sanggau masing-masing dua titik serta Landak, Sekadau, Melawi dan Kubu Raya masing-masing satu titik.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Septikasari, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama pada 2-7 Oktober. Sebab, sebagian wilayah Kalbar diprakirakan berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

Baca Juga: BMKG Kalbar Ingatkan Masyarakat Waspada Ancaman Karhutla Saat Jeda Hujan 2-9 Oktober 2026

“Karena sebagian wilayah Kalbar masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar,” kata Septikasari, Rabu (30/9).

Peringatan BMKG tersebut menjadi perhatian karena kondisi karhutla sebelumnya sempat membaik. Plt Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, data BMKG, Sipongi dan laporan lapangan menunjukkan adanya peningkatan kembali titik panas.

“Dari hasil data-data inilah kemungkinan besar dari apa yang terjadi yang kemarin sudah semakin membaik, pada hari ini mengalami peningkatan lagi,” ujarnya.

Pemantauan Sipongi dari satelit Terra/Aqua, SNPP dan NOAA juga masih menunjukkan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sementara melalui aplikasi Tanggap, BPBD Kalbar menerima 96 laporan dan telah menyelesaikan 94 di antaranya. Dalam pemantauan tersebut terdapat 57 titik kategori aman, 33 waspada dan enam kritis.

Baca Juga: Karhutla Kalbar Mulai Mereda Setelah Hujan, BPBD Ingatkan Warga Tetap Waspada

Ketapang menjadi wilayah yang paling mendapat perhatian. Jarak pandang di daerah itu pada Rabu sekitar pukul 05.00 WIB hanya sekitar 300 meter. Sebaliknya, Pontianak pada pagi hari berada di kisaran dua hingga lima kilometer, sedangkan Kubu Raya sempat mencatat jarak pandang lebih dari lima kilometer.

BMKG mencatat hujan masih berpotensi turun di banyak wilayah Kalbar. Pada pengamatan 29-30 September, curah hujan tertinggi tercatat di Singkawang sebesar 15,9 milimeter per hari. Namun, jeda hujan awal Oktober tetap perlu diantisipasi. Curah hujan secara umum diprakirakan kembali meningkat mulai pertengahan Oktober dan lebih banyak pada November-Desember.

Septikasari juga mengingatkan hujan dapat disertai kilat, petir dan angin kencang berdurasi singkat, terutama siang hingga malam. Kecepatan angin tertinggi yang teramati mencapai 19 knot di Singkawang, sementara suhu maksimum 35,1 derajat Celsius tercatat di Kubu Raya.

Di lapangan, BPBD Kalbar tetap mengerahkan dua helikopter untuk patroli serta menyiapkan operasi water bombing di Ketapang dan Kayong Utara. Penanganan darat melibatkan Manggala Agni, DLHK, Satpol PP, TNI dan Polri. Operasi Modifikasi Cuaca juga dipertimbangkan berdasarkan ketersediaan awan yang memenuhi syarat penyemaian.

Ridwan meminta masyarakat dan perusahaan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama memasuki periode rawan awal Oktober.

“Maka kami mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

Kewaspadaan diperlukan agar perbaikan kondisi karhutla yang mulai terlihat tidak kembali berbalik menjadi gelombang kebakaran baru. (mrd/bar)

 

Editor : Hanif
Cuaca Kalimantan Barat titik panas karhutla kalbar kebakaran hutan BMKG Kalbar