PONTIANAK POST - Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pelaksanaan operasi pasar dengan fokus komoditi sayur mayur. Untuk lokasi pastinya di area Car Free Day (CFD) Ayani.
"Mudah-mudahan dengan adanya penjualan sayur mayur ini bisa membantu menekan harga sayuran yang sekarang kondisinya mengalami kenaikan," kata Irwan, Rabu (30/9).
Ia menyebut, beberapa alternatif lokasi yang kemungkinan digunakan antara lain halaman Masjid Mujahidin maupun kawasan Museum Kalimantan Barat. Namun, kepastian titik pelaksanaan masih menunggu hasil rapat dan koordinasi.
Baca Juga: Harga Sayuran Naik, DPRD Dukung Rencana Pasar Sayur di CFD Pontianak
Menurut Irwan, penjualan sayuran dalam operasi pasar bukan pertama kali dilakukan. Sebelumnya, pihaknya telah menggelar pasar murah sayuran di Kantor Camat Pontianak Barat.
Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut terbilang tinggi. Bahkan, hanya dalam waktu sekitar setengah jam setelah penjualan dibuka, sebanyak 80 kilogram sayuran yang disiapkan langsung habis dibeli masyarakat.
"Antusias masyarakat memang begitu tinggi. Kemarin kita buka penjualan, sekitar setengah jam, 80 kilogram sayuran sudah habis terjual," ungkapnya.
Melihat tingginya permintaan masyarakat, Irwan memastikan stok sayuran yang disiapkan untuk operasi pasar di kawasan CFD Ayani nantinya akan lebih banyak. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para petani agar sebagian hasil panen dapat dialokasikan khusus untuk kegiatan tersebut.
Baca Juga: Pemkab Sambas Dorong UKM Kembangkan Usaha, CFD Jadi Ruang Promosi Produk Lokal
Langkah ini dilakukan dengan melihat pengalaman saat pasar murah sayuran digelar di Kecamatan Pontianak Barat. Ketika itu, sebagian besar sayuran petani sudah lebih dahulu dikirim ke pasar tradisional, khususnya Pasar Flamboyan, sehingga stok yang dapat dibawa ke lokasi pasar murah relatif terbatas.
"Kita sudah koordinasi dengan petani. Untuk yang di CFD nanti, kita sudah sampaikan kepada petani agar stok sayurannya disisihkan untuk dijual di CFD," jelas Irwan.
Dengan pola tersebut, sayuran yang biasanya langsung didistribusikan ke Pasar Flamboyan akan terlebih dahulu dialokasikan sebagian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui operasi pasar di CFD.
Irwan berharap kehadiran operasi pasar tersebut tidak hanya memberikan kemudahan masyarakat memperoleh bahan pangan, tetapi juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga komoditas sayuran di Kota Pontianak.
"Kita berharap stoknya lebih banyak, sehingga masyarakat yang datang ke CFD juga bisa mendapatkan sayuran dengan harga yang terjangkau," pungkasnya.(iza)
Editor : Hanif