Dari Hobi Bermain Game, Dua Saudara Kembar Pontianak Bangun Gamerystation

Hanif • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:41 WIB
Kisah Kembar Pontianak Bangun Gamerystation dari Hobi Game hingga Raih 318 Ribu Subscriber
Kisah Kembar Pontianak Bangun Gamerystation dari Hobi Game hingga Raih 318 Ribu Subscriber

PONTIANAK POST - Bagi sebagian orang, bermain game mungkin hanya menjadi cara untuk mengisi waktu luang. Namun bagi Raynald dan Raymond, dua saudara kembar asal Pontianak, kegemaran tersebut perlahan berkembang menjadi ruang untuk berkarya melalui Gamerystation.

Keduanya lahir di Pontianak pada 3 Februari 2002. Ketertarikan terhadap video game telah menjadi bagian dari keseharian mereka sejak lama. Dari permainan klasik hingga game yang lebih modern, dunia gaming kemudian menjadi salah satu kesamaan yang memperkuat aktivitas keduanya.

Gamerystation mulai mereka bangun sebagai duo kembar pada Agustus 2022. Sebelumnya, mereka juga telah mulai membangun kanal YouTube sejak 2020.

Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Dilangkahi Malaysia, Target Emas Sudah Terlampaui

Nama Gamerystation sendiri lahir dari dua kata sederhana, yakni “game” dan “station”. Game menggambarkan kegemaran terhadap permainan, sedangkan station dimaknai sebagai tempat berkumpul. Dari sana, Gamerystation mereka bayangkan sebagai tempat berkumpul bagi orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap dunia game.

Konten yang mereka buat pun berkembang mengikuti minat mereka. Mulai dari gameplay, game klasik PlayStation 2, game online, hingga berbagai informasi dan tips mengenai dunia gaming.

Namun, membangun sebuah nama di media sosial tentu tidak terjadi dalam waktu singkat.

Pada awalnya, konten Gamerystation masih memiliki jumlah penonton yang terbatas. Bahkan dalam beberapa sesi live streaming, jumlah penonton mereka belum mencapai 10 orang.

Alih-alih melihat kondisi tersebut sebagai alasan untuk berhenti, Raynald dan Raymond memilih untuk terus membuat konten.

“Dari awal kami memang tidak langsung mendapatkan banyak penonton. Kami pernah live dan yang menonton bahkan belum sampai 10 orang. Tapi bagi kami, yang penting adalah bagaimana tetap menikmati prosesnya. Kami terus membuat konten dan mencoba memberikan sesuatu yang memang kami sukai,” ujar Raynald.

Konsistensi tersebut perlahan mulai membuahkan hasil. Perjalanan yang awalnya dimulai dengan jumlah penonton yang terbatas kemudian berkembang hingga Gamerystation berhasil meraih Silver Play Button dari YouTube.

Saat ini, kanal YouTube Gamerystation telah memiliki sekitar 318 ribu subscriber. Pencapaian tersebut menjadi salah satu penanda perkembangan perjalanan mereka dalam membangun konten gaming dari Pontianak.

Ketika Penonton Mulai Bertumbuh

Seiring waktu, Gamerystation mulai memiliki penonton yang tidak hanya datang untuk melihat konten, tetapi juga ikut berinteraksi dalam berbagai aktivitas yang mereka lakukan.

Pertumbuhan tersebut membuat Raynald dan Raymond melihat bahwa dunia gaming memiliki ruang yang lebih luas daripada sekadar bermain game.

“Yang menarik buat kami justru ketika mulai ada orang-orang yang terus mengikuti konten kami. Dari yang awalnya hanya menonton, kemudian ikut berinteraksi dan akhirnya terus mengikuti perjalanan Gamerystation. Di situ kami merasa bahwa yang kami bangun bukan hanya tentang kami berdua,” kata Raymond.

Interaksi dengan penonton juga menjadi bagian yang membuat keduanya terus menjalani aktivitas tersebut. Bagi mereka, hubungan dengan orang-orang yang mengikuti karya mereka menjadi salah satu hal yang membuat perjalanan Gamerystation terasa lebih berarti.

Dalam prosesnya, Raynald dan Raymond juga membagi peran agar Gamerystation dapat terus berkembang. Raymond lebih banyak menangani sisi visual dan editing, termasuk membuat postingan, thumbnail, serta video.

Sementara Raynald lebih banyak mengurus administrasi, komunikasi dengan klien dan brand, pengembangan ide konten, video, serta penulisan skrip.

Pembagian tersebut membuat keduanya dapat memanfaatkan pengalaman yang telah diperoleh dari pekerjaan masing-masing sebelum fokus di dunia konten.

“Karena kami kembar, mungkin orang melihat kami selalu melakukan semuanya bersama. Tapi sebenarnya di belakang layar kami punya bagian masing-masing. Justru dari perbedaan kemampuan itu kami bisa saling melengkapi,” ujar Raymond.

Game, Nostalgia dan Ruang Berkarya

Salah satu jenis konten yang tetap memiliki tempat bagi Gamerystation adalah game-game klasik, terutama permainan yang pernah menemani masa kecil banyak orang.

Bagi Raynald dan Raymond, game lama bukan hanya sekadar permainan. Ada unsur nostalgia yang membuatnya tetap menarik untuk dibicarakan dan dimainkan kembali.

“Game klasik seperti PlayStation 2 punya kenangan tersendiri. Ketika kami membahas atau memainkan kembali game tersebut, ternyata banyak juga yang merasa nostalgia. Dari situ kami melihat bahwa game bisa menjadi penghubung antara pengalaman kami dengan orang-orang yang menonton,” tutur Raynald.

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membuat dunia gaming terus berubah. Game modern, perangkat baru, emulator, hingga perkembangan industri game menjadi bagian dari topik yang mereka ikuti dan bagikan melalui konten.

Bagi keduanya, membuat konten gaming juga berarti terus belajar mengikuti perkembangan tersebut.

“Dunia game itu cepat berubah. Kalau kami hanya berhenti di satu jenis konten, mungkin akan sulit untuk terus berkembang. Jadi kami juga harus belajar, mengikuti perkembangan game dan teknologi, sekaligus mencari cara supaya apa yang kami buat tetap bisa dinikmati penonton,” kata Raymond.

Dari Pontianak untuk Dunia Gaming

Perjalanan Gamerystation kemudian membawa Raynald dan Raymond bertemu dengan berbagai pihak, termasuk kesempatan bekerja sama dengan sejumlah brand dari Indonesia maupun luar negeri.

Namun, bagi mereka, perkembangan tersebut bukan satu-satunya ukuran dari perjalanan yang telah dilalui.

Melihat semakin banyak orang yang mengikuti dan memberikan dukungan terhadap Gamerystation menjadi bagian yang mereka anggap penting.

“Yang paling membuat kami bersyukur bukan hanya ketika mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan brand, tetapi juga ketika melihat semakin banyak orang yang mengikuti Gamerystation. Ada orang-orang yang mendukung kami sejak awal sampai sekarang. Itu yang membuat perjalanan ini terasa punya arti,” ujar Raynald.

Dari Pontianak, keduanya terus menjalankan Gamerystation sebagai ruang untuk membuat konten sekaligus berinteraksi dengan penonton.

Perjalanan tersebut juga menunjukkan bahwa sebuah hobi dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar ketika dijalani secara konsisten dan serius.

Bagi Raynald dan Raymond, Gamerystation masih merupakan perjalanan yang terus berjalan. Mereka tidak melihat apa yang telah dicapai sebagai akhir, melainkan bagian dari proses untuk terus berkembang.

“Kalau ada yang sedang membangun sesuatu yang mereka sukai, menurut kami jangan terlalu takut untuk memulainya. Selama yang dikerjakan itu positif, jalani saja dan terus belajar. Tidak semuanya akan langsung berhasil, tetapi dari proses itulah kita bisa tahu sejauh mana kemampuan kita,” tutup Raymond.

Editor : Hanif
Gamerystation game Pontianak konten gaming YouTuber Pontianak saudara kembar