PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengingatkan 746 lulusan Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Pesan itu disampaikan Krisantus saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UPB Pontianak, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, wisuda bukan akhir pendidikan. Lulusan akan menghadapi dunia yang lebih luas dengan tantangan dan persaingan yang semakin kompleks.
Baca Juga: Wagub Kalbar Apresiasi Bruder Stephanus, Kiprah Kemanusiaannya Berdampak bagi Masyarakat
“IPK tinggi itu penting, tetapi kemampuan akademik saja tidak cukup. Saudara harus mampu menggabungkan ilmu yang diperoleh di kampus dengan kemampuan bersosialisasi, memperluas koneksi, dan membangun jaringan,” ucapnya.
Krisantus menegaskan, gelar akademik harus mencerminkan pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Jangan sampai gelar hanya menjadi tambahan nama di belakang kita. Ketika ditanya apa yang dipelajari selama kuliah, tidak bisa menjelaskan. Gelar harus diikuti dengan pengetahuan dan kemampuan yang sesuai,” tegasnya.
Ia juga meminta UPB menjaga kualitas pendidikan dengan memastikan setiap lulusan benar-benar memiliki kompetensi. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah lulusan.
Baca Juga: Cetak Generasi Hukum Masa Depan, Kemenkum Kalbar Lepas Mahasiswa Magang FH UPB Pontianak
“Jangan membuat gelar itu mudah diperoleh. Harus ada pengorbanan, harus ada perjuangan. Karena yang kita inginkan bukan hanya banyaknya orang yang bergelar, tetapi orang yang benar-benar memiliki ilmu,” tuturnya.
Selain kompetensi akademik, Krisantus meminta lulusan meningkatkan kemampuan komunikasi, termasuk keberanian berbicara di depan publik.
“Belajarlah public speaking. Saudara akan berhadapan dengan masyarakat, dunia kerja dengan berbagai profesi. Jangan sampai ketika diminta menyampaikan sesuatu, kita tidak mampu menjelaskan ilmu yang kita miliki,” tambahnya.
Baca Juga: BRIN Kembangkan Teknologi Ubah Tandan Kosong Sawit jadi Bahan Bakar Boiler 100 Persen
Krisantus juga mengingatkan lulusan agar memanfaatkan teknologi informasi secara bijak dan produktif untuk menambah pengetahuan. Kemampuan memilah informasi juga dinilai penting karena tidak semua informasi di ruang digital dapat dipercaya.
“Teknologi itu bisa sangat bermanfaat, tetapi bisa juga berbahaya kalau tidak digunakan secara bijak. Karena itu, saya titipkan kepada para sarjana untuk ikut memberikan pendidikan literasi digital kepada masyarakat,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus turut mengingatkan pentingnya Pancasila sebagai perekat keberagaman Indonesia. Ia meminta generasi muda menjaga perbedaan sebagai kekuatan bangsa.
“Kita hidup di negara yang terdiri dari ribuan pulau, berbagai suku, bahasa, budaya dan latar belakang. Kita berbeda-beda, tetapi kita harus memiliki satu perekat. Perekat itu adalah Pancasila,” ungkapnya.
Krisantus juga berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater melalui karya dan kontribusi di tengah masyarakat serta tetap rendah hati ketika memperoleh pekerjaan atau jabatan.
“Jadilah diri sendiri. Jangan pernah sombong. Jabatan dan kedudukan adalah kepercayaan dan sifatnya sementara. Apa pun profesi kita, kalau dijalankan dengan bijak, bertanggung jawab dan sungguh-sungguh, kita akan menjadi orang yang berhasil,” tegasnya.(mse)
Editor : Hanif