Buka Ruang Remaja Kalbar, Dorong Genre Jadi Wadah Gagasan Menuju Indonesia Emas

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 11:19 WIB
Anggota DPD RI Erlinawati berdialog bersama remaja dan komunitas Genre Kalimantan Barat dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pontianak.
Anggota DPD RI Erlinawati berdialog bersama remaja dan komunitas Genre Kalimantan Barat dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pontianak.

PONTIANAK POST - Remaja tidak cukup hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan. Mereka perlu diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, berdiskusi, berkarya hingga terlibat dalam berbagai kegiatan yang berdampak bagi lingkungan.

Hal tersebut menjadi perhatian Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat, Erlinawati, saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama remaja dan komunitas Generasi Berencana (Genre) Kalimantan Barat, Jumat (2/10).

Mengangkat tema “Ruang Terbuka untuk Remaja Kalbar, Genre Kalbar untuk Wujudkan Indonesia Emas”, kegiatan yang berlangsung di Aula BKKBN Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat itu lebih diarahkan sebagai ruang dialog bagi remaja untuk membicarakan peran mereka dalam menghadapi masa depan.

Baca Juga: Beauty Arena dan BKKBN Kalbar Bekali Lansia Keterampilan Meracik Minyak Rempah dan Refleksi Kaki

Dia mengatakan, ruang bagi remaja harus diperbanyak, bukan hanya dalam bentuk kegiatan formal, tetapi juga ruang yang memungkinkan anak muda menyampaikan persoalan, bertukar pikiran, mengembangkan kreativitas dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Genre Kalbar dapat menjadi salah satu ruang strategis bagi remaja untuk saling belajar. Tidak hanya berbicara mengenai persoalan remaja, komunitas tersebut juga dapat menjadi tempat untuk mengembangkan potensi, berbagi pengalaman serta mengajak teman sebaya merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Dia mengingatkan, Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi. Lebih dari 20 persen populasi Indonesia merupakan kelompok usia 10 hingga 24 tahun. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi yang akan mengisi Indonesia pada 2045.

Khusus Kalimantan Barat, lanjutnya, terdapat sekitar 934.850 jiwa remaja yang menjadi bagian penting dari potensi sumber daya manusia daerah. Jumlah tersebut, menurutnya, perlu diikuti dengan aksi nyata agar bonus demografi tidak sekedar menjadi angka statistik.

Baca Juga: Kemenkum Kalbar Gandeng DJKI dan BRMP Inventarisasi Sumber Daya Genetik untuk Pelindungan KIK

Ia menilai remaja perlu mendapatkan dukungan dalam berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengembangan keterampilan, kreativitas hingga pembentukan karakter.

Pakar remaja Irham Chandra menilai pemahaman terhadap nilai kebangsaan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan remaja membaca perubahan di sekitarnya. Remaja tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter, kemampuan berkolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, MPO Genre Kalbar, Fahrizi Athala, mengatakan ruang dialog seperti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI memberikan kesempatan kepada remaja untuk menyampaikan pandangan sekaligus memahami posisi mereka sebagai bagian dari pembangunan.

Menurutnya, remaja ingin dilibatkan dan didengar, bukan sekadar menjadi peserta dalam sebuah kegiatan.

“Kami ingin membuktikan bahwa remaja bukan hanya penonton, tetapi mampu menjadi bagian dari perubahan melalui kreativitas, prestasi, kegiatan positif dan semangat menjaga persatuan,” katanya.(iza)

Editor : Hanif
remaja Kalbar Empat Pilar MPR RI Genre Kalbar Erlinawati indonesia emas