PONTIANAK POST - Puluhan ribu pelaku usaha di Kalimantan Barat telah memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Produktif sepanjang 2026. Hingga akhir Agustus, mencatat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) sebanyak 44.514 debitur menerima pembiayaan dengan total penyaluran mencapai Rp3,55 triliun.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Kalbar, Triyanto mengatakan, penyaluran KUR tersebut telah menjangkau seluruh 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Menurutnya, penyaluran tersebut menunjukkan akses pembiayaan KUR telah menjangkau pelaku usaha di berbagai daerah. Namun, realisasi yang telah mencapai 79,21 persen dari total plafon sebesar Rp4.487,95 miliar masih menyisakan ruang untuk ditingkatkan hingga akhir tahun.
Baca Juga: Matangkan Pedoman Protokol Notaris, Kanwil Kemenkum Kalbar Perkuat Pengawasan
“Kalau dilihat dari plafon dengan capaian, maka masih perlu kita tingkatkan,” ucapnya, pekan lalu.
Berdasarkan skema penyaluran, KUR Kecil menjadi pembiayaan yang paling banyak tersalurkan dengan nilai Rp2,223 Triliun kepada 39.164 debitur. Selanjutnya, KUR Mikro mencapai Rp1,329 Triliun dengan jumlah 5.134 debitur, sedangkan KUR Supermikro sebesar Rp2,12 miliar yang disalurkan kepada 216 debitur.
Sementara berdasarkan jenis penyalurannya, KUR Konvensional tercatat sebesar Rp4,032 triliun yang diberikan kepada 32.677 debitur. Adapun KUR Syariah mencapai Rp455,15 miliar untuk 2.400 debitur.
Dari 14 kabupaten dan kota, Kabupaten Ketapang mencatatkan penyaluran tertinggi dengan nilai Rp407,02 miliar. Penyaluran tersebut diterima 4.844 debitur dan menyumbang 11,45 persen terhadap total penyaluran KUR di Kalimantan Barat. Di sisi lain, Kabupaten Kayong Utara menjadi daerah dengan penyaluran terendah, yakni Rp71,94 miliar dengan jumlah debitur mencapai 1.091 orang.
Dengan masih tersisanya sekitar 20,79 persen dari plafon tahunan, ia menilai penyaluran KUR di Kalimantan Barat masih memiliki ruang untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha hingga akhir 2026. (sti)
Editor : Hanif