Hotspot Kalbar Tinggal Tujuh Titik, Penanganan Karhutla Menunjukkan Perkembangan Positif

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 14:45 WIB
Foto ilustrasi karhutla. (Dok. Pontianak Post)
Foto ilustrasi karhutla. (Dok. Pontianak Post)

PONTIANAK POST - kebakaran hutan dan lahan di Kalbar kembali menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi turun signifikan, dan tersisa tujuh titik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Ridwan mengatakan, data tersebut merupakan pemantauan untuk Kamis (1/10), pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. Dari tujuh titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, enam berada di Kabupaten Ketapang, dan satu titik di Kabupaten Melawi.

Sementara kabupaten/kota lainnya tidak terdeteksi memiliki titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan data tersebut. “Pada hari ini (Jumat) sangat mengalami perbaikan. Total dari keseluruhan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, pada hari ini hanya tinggal tujuh titik panas," kata Ridwan saat menyampaikan perkembangan penanganan karhutla, Jumat (2/10).

Baca Juga: Hotspot Terdeteksi, Polsek Batang Tarang Padamkan Api di 0,9 Hektare Lahan

Penurunan juga terlihat dari pemantauan aplikasi Sipongi yang menggunakan tiga satelit, yakni Terra/Aqua, NSPP, dan NOAA. Berdasarkan data yang dipantau BPBD, rata-rata titik panas berada di bawah 10. Untuk satelit Terra/Aqua terdeteksi delapan titik panas. Sedangkan satelit NSPP dan NOAA tidak mendeteksi titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Meski demikian, sejumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah masih terpantau di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Ketapang, Melawi, dan Sintang.

Seiring menurunnya titik panas, kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah Kalbar juga mengalami perbaikan. Ridwan menyebut, hampir seluruh kabupaten/kota saat ini memiliki jarak pandang yang cukup baik.

"Untuk secara keseluruhan jarak pandang yang berada di Kalbar, sudah mengalami perbaikan dengan kondisi yang di atas dari dua kilometer," ujarnya.

Di sejumlah wilayah, jarak pandang bahkan sudah mencapai lebih dari lima kilometer. Di Kabupaten Kubu Raya, yang juga menjadi lokasi Bandara Supadio, jarak pandang hingga pukul 06.00 WIB tercatat lebih dari dua kilometer.

Baca Juga: Titik Panas Karhutla Kalbar Naik Lagi, Ketapang Terdeteksi 37 Titik

Sementara di Kota Pontianak, kondisi jarak pandang sejak malam hingga Jumat pagi juga menunjukkan perbaikan. Pada malam hari jarak pandang tercatat lebih dari lima kilometer, sedangkan pada pagi hari masih berada di atas dua kilometer. Kondisi serupa terpantau di sejumlah daerah lain, seperti Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas.

Perbaikan kondisi atmosfer tersebut juga didukung potensi hujan. Berdasarkan informasi BMKG, pada Jumat (2/10) terdapat potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Sambas, Landak, dan Sanggau serta beberapa daerah lainnya. BPBD berharap potensi hujan tersebut benar-benar terjadi sesuai prakiraan BMKG sehingga membantu menjaga kondisi lapangan.

Selain memantau data satelit, BPBD Kalbar juga melakukan penyaringan melalui aplikasi Tanggap. Dari 98 laporan yang masuk, sebanyak 97 laporan telah tertangani. Ridwan merinci, dari laporan tersebut terdapat 59 laporan dalam kategori aman, 33 titik dalam kondisi waspada, sementara sejumlah titik lainnya masih dalam kondisi kritis dan menjadi bagian dari penanganan petugas. “Jadi dari 98 laporan ini, sekarang dalam kondisi pemadaman dan pendinginan di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Berdasarkan hasil briefing pada Jumat pagi, BPBD Kalbar bersama unsur terkait tetap mengerahkan tim darat, dan udara untuk memastikan titik-titik yang sebelumnya terbakar tidak kembali meluas. Untuk operasi udara, satu patroli diarahkan ke wilayah Kabupaten Ketapang bagian selatan. Sorti berikutnya menyasar Ketapang bagian utara, dan Kabupaten Kayong Utara.

Satu helikopter lainnya melakukan patroli di wilayah Kubu Raya dan Kayong Utara. Untuk sorti berikutnya, patroli juga diarahkan ke Kubu Raya, Landak, Bengkayang, Singkawang, dan Sambas.

Sementara operasi water bombing dipusatkan di sejumlah wilayah di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Penyiraman dilakukan di Desa Natai Kuini, Desa Pembedilan, serta Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang.

Untuk armada yang berbasis di Lanud Supadio, operasi diarahkan sesuai hasil pemantauan di lapangan. Sementara dari base di Kabupaten Sintang, patroli dilakukan di wilayah Sintang, dan sekitarnya serta Kabupaten Melawi. “Untuk water bombing dari base Sintang, pelaksanaannya menunggu hasil patroli udara,” tambahnya.

Upaya modifikasi cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga masih dilakukan di sejumlah wilayah Kalbar. Ridwan mengatakan, OMC sebelumnya dilakukan di Kabupaten Ketapang dengan memanfaatkan potensi awan yang terpantau berdasarkan data BMKG. Dalam operasi tersebut digunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 18 kilogram. "Untuk OMC, sampai pada hari ini tetap kami laksanakan," katanya.

Di darat, Satgas Karhutla yang melibatkan BPBD Kalbar bersama TNI, dan Polri terus melakukan ground check. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kubu Raya, khususnya lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran, dan masih menyisakan bara atau area rawan kembali terbakar. “Operasi tersebut juga melibatkan Manggala Agni, Satpol PP, DLHK, serta relawan,” ucapnya.

Sementara BPBD kabupaten terus melakukan pemantauan, ground check, dan pemadaman di sejumlah wilayah yang masih memerlukan penanganan, termasuk Ketapang, Melawi, dan Sintang.

Meski kondisi karhutla menunjukkan perbaikan, BPBD Kalbar mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Berdasarkan data BMKG, potensi kemudahan terjadinya karhutla masih terlihat pada 3 hingga 8 Oktober 2026.

Ridwan mengatakan, potensi tersebut masih tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalbar. "Pada hari-hari ke depan masih sangat berpotensi terjadinya karhutla di seluruh kabupaten/kota yang ada di Kalbar," ujarnya.

Karena itu, kondisi yang saat ini sudah membaik diharapkan dapat dipertahankan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, sehingga kejadian karhutla sebelumnya tidak kembali terulang. “Apa yang sudah terjadi sekarang ini, dalam kondisi yang sangat baik, diharapkan tetap kita bisa pertahankan, dan hal-hal yang kemarin yang telah terjadi di kita, itu tidak terulang,” pungkasnya.(bar)

 

Editor : Hanif
hotspot Kalbar titik panas karhutla kalbar BPBD KALBAR Operasi Modifikasi Cuaca