Hampir Dua Bulan Tutup, CFD Pontianak Kembali Dibuka dan Hidupkan Aktivitas UMKM

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 11:41 WIB
Sejumlah warga kembali beraktivitas di kawasan Car Free Day Jalan Ahmad Yani, Pontianak, setelah sempat ditutup akibat kabut asap karhutla, Minggu (4/10). (HARYADI/PONTIANAK POST)
Sejumlah warga kembali beraktivitas di kawasan Car Free Day Jalan Ahmad Yani, Pontianak, setelah sempat ditutup akibat kabut asap karhutla, Minggu (4/10). (HARYADI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Setelah hampir dua bulan ditutup akibat kualitas udara memburuk dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, kembali dibuka, Minggu (4/10). Ribuan warga langsung memadati kawasan tersebut untuk berolahraga, berekreasi, hingga menikmati kuliner.

Sejak pagi, masyarakat terlihat memenuhi sejumlah titik di kawasan CFD. Aktivitas seperti senam, berjalan santai, bersepeda, berkumpul bersama keluarga, hingga kegiatan komunitas kembali berlangsung setelah sempat terhenti karena kabut asap.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pembukaan kembali CFD mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang telah lama menantikan ruang publik tersebut.

Baca Juga: Dishub Pontianak Tegur Parkir di Trotoar Saat CFD, Stiker Peringatan Mulai Dipasang

“Hari ini sudah mulai dibuka kembali. Kita lihat masyarakat sangat antusias,” ujar Edi.

Menurut Edi, CFD memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar lokasi berolahraga. Kawasan tersebut menjadi ruang rekreasi keluarga sekaligus tempat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggerakkan aktivitas ekonomi.

“Kawasan Car Free Day ini menjadi sarana olahraga, keluarga, dan juga kuliner UMKM. Sekarang semuanya mulai aktif lagi,” katanya.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya keluarga yang datang sejak pagi. Ridwan, 35, misalnya, sengaja membawa istri dan anaknya untuk kembali menikmati suasana Minggu pagi di CFD.

Baca Juga: Operasi Pasar Sayur Digelar di CFD Ayani, Pemkot Pontianak Siapkan Stok Lebih Banyak

Ia mengatakan, berkunjung ke CFD sebelumnya telah menjadi kebiasaan keluarganya. Namun, aktivitas tersebut harus dihentikan sementara ketika kualitas udara Pontianak memburuk akibat kabut asap.

“Alhamdulillah ini jadi bisa turun lagi. Bawa keluarga sekalian sarapan,” ujar Ridwan.

Hal senada disampaikan Sinta, warga yang datang bersama sejumlah temannya. Ia mengaku senang dapat kembali beraktivitas di ruang terbuka setelah CFD ditutup lebih dari sebulan.

“Alhamdulillah CFD kembali dibuka. Senang bisa kembali berolahraga dan menikmati suasana pagi bersama teman-teman,” katanya.

Sinta menyebut kondisi udara pada Minggu pagi sudah jauh lebih baik dibandingkan ketika kabut asap menyelimuti Pontianak. Meski masih terlihat kabut tipis, kondisi tersebut tidak lagi menghalangi masyarakat beraktivitas di luar ruangan.

Kembalinya CFD juga menjadi kabar baik bagi pedagang yang selama penutupan kehilangan lokasi untuk mencari penghasilan. Ardiansyah, salah satunya, kembali menjajakan balon gas dan mainan anak di tengah keramaian warga.

Menurutnya, ramainya CFD memberikan peluang bagi pedagang kecil untuk kembali mendapatkan pendapatan dari aktivitas masyarakat.

“Kita ini pedagang memanfaatkan keramaian warga untuk mendapatkan harapan keuntungan. Kalau aktivitas warga terganggu, pedagang juga kena imbasnya,” ujarnya.

Edi mengatakan, pemerintah tetap memantau perkembangan kualitas udara sebelum memastikan CFD berlangsung rutin setiap pekan. Faktor kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan aktivitas luar ruang.

“Kita tetap melihat perkembangan kualitas udara. Itu menjadi salah satu faktor penting,” jelasnya.

Ia berharap kualitas udara terus membaik sehingga kegiatan olahraga, rekreasi keluarga, dan aktivitas ekonomi UMKM dapat kembali berjalan normal.

“Semoga kualitas udara kita terus membaik sehingga kegiatan ekonomi, olahraga dan lainnya bisa berjalan normal,” tutup Edi. (yad/iza)

Editor : Hanif
Car Free Day Pontianak CFD Pontianak UMKM Pontianak Edi Rusdi Kamtono kabut asap