Cegah Anemia Sejak Dini, Remaja Putri Diminta Rutin Konsumsi Tablet Tambah Darah

Marsita Riandini • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:41 WIB
RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie
RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie

PONTIANAK POST - Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan dan membutuhkan zat besi lebih banyak. 

Apoteker di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie, Friskauli Marbun mengatakan anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Salah satu penyebab yang cukup sering adalah kekurangan zat besi. 

Untuk membantu mencegah anemia akibat kekurangan zat besi, konsumsi tablet tambah darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi salah satu langkah yang penting.

Baca Juga: Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pontianak Edukasi Remaja Putri tentang Tablet Fe untuk Cegah Anemia

Friskauli mengatakan, TTD merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan zat besi tubuh, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko mengalami kekurangan zat besi. Konsumsi TTD perlu dilakukan secara rutin dan sesuai aturan agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal.

“Tablet tambah darah sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran dan tidak hanya diminum ketika tubuh sudah merasa lemas atau mengalami keluhan. Pencegahan anemia perlu dilakukan sejak dini,” jelas Friskauli. 

Dalam mengonsumsi TTD, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah waktu dan cara konsumsi. TTD umumnya lebih baik diserap tubuh ketika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong.

Namun, pada sebagian orang konsumsi dalam kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa mual atau tidak nyaman pada lambung. Jika terjadi keluhan, TTD dapat dikonsumsi setelah makan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Baca Juga: Penelitian Sebut Ekstrak Bit Membantu Peningkatan Hemoglobin pada Penderita Anemia

Friskauli juga mengingatkan agar TTD tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh, kopi, atau susu, karena kandungan tertentu dalam minuman tersebut dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebaliknya, konsumsi TTD dapat dibantu dengan sumber vitamin C, seperti buah-buahan, karena vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi.

Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan aturan penggunaan dan dosis TTD. Jangan menggandakan dosis hanya karena lupa mengonsumsi tablet pada waktu sebelumnya. Jika lupa, konsumsi sesuai petunjuk tenaga kesehatan dan hindari penggunaan secara berlebihan.

“Yang tidak kalah penting adalah konsisten dalam mengonsumsi TTD sesuai jadwal. Jangan menghentikan konsumsi hanya karena merasa sudah sehat, terutama jika TTD diberikan sebagai bagian dari program pencegahan atau berdasarkan anjuran tenaga kesehatan,” tambahnya.

Pencegahan anemia tentunya tidak hanya bergantung pada konsumsi TTD. Pola makan bergizi seimbang juga diperlukan dengan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi, seperti daging, hati, ikan, telur, serta sumber pangan lainnya. Menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada anemia juga penting dilakukan.

“Dengan memahami cara konsumsi TTD yang tepat dan memperhatikan hal-hal yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi, masyarakat diharapkan dapat lebih optimal dalam mencegah anemia," pungkasnya. (mrd)

Editor : Hanif
anemia remaja TTD kesehatan remaja tablet tambah darah zat besi