59 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Satgas Udara Difokuskan di Tiga Wilayah

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 13:00 WIB
Peta sebaran titik panas Kalimantan Barat dalam pemantauan BMKG, Minggu (27/9), pukul 00.00–21.00 WIB. Dari 447 deteksi, sebanyak 14 titik berkepercayaan tinggi, 431 sedang, dan dua rendah. Sumber: BMKG.
Peta sebaran titik panas Kalimantan Barat dalam pemantauan BMKG, Minggu (27/9), pukul 00.00–21.00 WIB. Dari 447 deteksi, sebanyak 14 titik berkepercayaan tinggi, 431 sedang, dan dua rendah. Sumber: BMKG.

PONTIANAK POST – Sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menunjukkan peningkatan. Hingga Sabtu (3/10) pukul 23.59 WIB, terdeteksi sebanyak 59 titik panas yang tersebar di lima kabupaten.

Ketua Satgas Informasi Bencana, BPBD Kalbar, Daniel mengatakan, titik panas tersebut paling banyak terdeteksi di Kabupaten Ketapang dengan 45 titik. Kemudian Sanggau tujuh titik, Sintang dan Kubu Raya masing-masing tiga titik, serta Kayong Utara satu titik.

Menurut Daniel, seluruh titik panas tersebut masih perlu dipastikan melalui pengecekan langsung di lapangan. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar melalui Kepala BPBD Kalbar mendorong seluruh satgas darat, dan satgas udara melakukan ground check di wilayah masing-masing.

Baca Juga: BPBD Kalbar Fokus Tangani Karhutla di Ketapang dan Kayong Utara, Daerah Lain Masuk Tahap Patroli

"Untuk memastikan titik panas ini adalah api, maka hari ini Pemprov Kalbar melalui Kepala BPBD Kalbar mendorong seluruh satgas darat, dan satgas udara untuk melakukan ground check di wilayah masing-masing," kata Daniel, Minggu (4/10).

Di sisi lain, kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah Kalbar masih terbatas. Berdasarkan informasi BMKG yang diperbarui pada Minggu (4/10) pukul 06.00 WIB, jarak pandang pendek masih terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Singkawang, Ketapang, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Sementara kabupaten/kota lainnya masih berada dalam kondisi yang aman dan terkendali. Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang menggunakan kendaraan di darat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi wilayah dengan jarak pandang terbatas. "Karena jarak pandang yang terbatas harus berhati-hati," ujar Daniel.

Kabar baiknya, BMKG memperkirakan adanya potensi hujan di sejumlah wilayah Kalbar pada periode 4 hingga 10 Oktober 2026. Untuk Minggu (4/10), hujan ringan diperkirakan terjadi di Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya, Melawi, Mempawah, dan Sambas.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Jeda Hujan Awal Oktober, Karhutla Kalbar Kembali Diwaspadai

Sedangkan hujan dengan kategori sedang berpotensi terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Landak, Sanggau, Sekadau, dan Sintang. Untuk hujan kategori lebat hingga sangat lebat, hingga saat ini belum ada wilayah yang masuk dalam kategori tersebut.

Dalam penanganan karhutla pada Minggu (4/10), Daniel menjelaskan, satgas udara difokuskan di wilayah Kabupaten Ketapang dan sekitarnya, Kayong Utara dan sekitarnya, serta Kubu Raya dan sekitarnya.

“Ground check akan dilakukan untuk memastikan keberadaan titik api. Apabila ditemukan api yang tidak dapat dipadamkan melalui jalur darat, informasi tersebut akan segera dilaporkan kepada helikopter untuk dilakukan water bombing,” paparnya.

Sementara satgas darat diarahkan melakukan pengecekan langsung di wilayah masing-masing. Langkah tersebut untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.

Selain itu, Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga masih dilakukan. Namun pelaksanaannya bersifat tentatif dengan mempertimbangkan pertumbuhan awan konvektif.

"Pemprov Kalbar tetap melakukan konsentrasi penuh dan mengerahkan kekuatan penuh dalam menanggulangi bencana asap akibat karhutla di wilayah Kalbar," kata Daniel.

Meski terdapat potensi hujan, kewaspadaan tetap perlu dipertahankan. Sebab, berdasarkan kondisi kemudahan daerah terbakar pada periode 4 hingga 10 Oktober 2026, hampir seluruh kabupaten/kota di Kalbar masih memiliki potensi wilayah yang mudah terbakar.

“Karena itu, masyarakat dan seluruh pihak kembali diingatkan untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Terutama tidak melakukan pembakaran dalam rangka pengolahan lahan dalam bentuk apapun selama kondisi cuaca masih ekstrem,” tutupnya.(bar)

 

Editor : Hanif
hotspot Kalbar kayong utara karhutla kalbar ketapang kubu raya