Karhutla Mereda, Pemprov Kalbar Kini Waspadai Ancaman Banjir dan Longsor 

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Plt Kepala BPBD Kalbar, Ridwan memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan karhutla, dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman batingsor, Senin (5/10). 9 IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)
Plt Kepala BPBD Kalbar, Ridwan memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan karhutla, dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman batingsor, Senin (5/10). 9 IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, pemerintah kini mulai mengalihkan perhatian pada potensi bencana hidrometeorologi berupa Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor (batingsor).

Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul informasi BMKG mengenai potensi peningkatan curah hujan mulai pertengahan Oktober. Bahkan, memasuki Desember diperkirakan mulai terjadi puncak hujan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga Minggu (4/10) pukul 23.59 WIB, terdapat 24 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Seluruhnya berada di Kabupaten Ketapang, terutama wilayah Kendawangan.

Baca Juga: BPBD Kalbar Fokus Tangani Karhutla di Ketapang dan Kayong Utara, Daerah Lain Masuk Tahap Patroli

“Secara keseluruhan sebenarnya untuk masalah karhutla di Kalbar jauh sudah semakin membaik dalam kondisi yang terkendali sekarang,” kata Ridwan saat konferensi pers di Kantor BPBD Kalbar, Senin (5/10).

Meski demikian, Ridwan mengingatkan masyarakat dan pihak korporasi agar tidak melakukan pembakaran yang dapat kembali memicu karhutla. “Jangan sampai kerja keras kita selama ini, yang sudah kita mendapatkan kondisi yang sangat baik, kembali ke kondisi yang seperti sebelumnya lagi,” tegasnya.

Di tengah penurunan titik panas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) mulai menyiapkan langkah menghadapi potensi batingsor. Rapat koordinasi bersama seluruh bupati, wali kota, dan BPBD kabupaten/kota dijadwalkan Selasa (6/10). Rakor tersebut akan dipimpin langsung Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Pembahasan difokuskan pada kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan curah hujan serta kemungkinan banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. “Kami sudah melakukan antisipasi secara dini untuk masalah batingsornya. Bisa jadi terjadi banjir, tanah longsor, ataupun puting beliungnya. Itu akan kami antisipasi,” ujar Ridwan.

Baca Juga: Karhutla Kalbar Mulai Mereda Setelah Hujan, BPBD Ingatkan Warga Tetap Waspada

Sementara penanganan karhutla tetap berjalan. Operasi udara masih dilakukan dari sejumlah basis, termasuk Lanud Supadio, Ketapang, dan Sintang. Tim gabungan juga tetap melakukan pemeriksaan lapangan, pemadaman, pendinginan, serta patroli di wilayah yang masih berpotensi terbakar.

Ridwan menegaskan penanganan karhutla tidak akan dikendurkan hingga kondisi benar-benar aman. Status tanggap darurat karhutla tingkat provinsi juga sudah diperpanjang untuk 14 hari ke depan. “Terkait masalah karhutlanya kami sampai hari ini tetap melakukan penanganan, dan kondisi itu tidak akan kendor sampai seterusnya, sampai memang benar-benar kondisi aman,” pungkasnya.(bar)

Editor : Miftahul Khair
karhutla kalbar BPBD KALBAR mitigasi bencana banjir batingsor