PONTIANAK POST – Leonardo DiCaprio buka suara mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Aktor Hollywood sekaligus aktivis lingkungan itu menyoroti luasnya hutan yang terbakar hingga nasib orangutan Kalimantan yang harus melarikan diri ketika habitat mereka dilalap api.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya (4/10), DiCaprio menyebut lebih dari 2 juta acre atau sekitar 800.000 hektare hutan telah terbakar di Borneo dan Sumatra.
“Over 2 million acres (800,000 hectares) of forest have burned across the islands of Borneo and Sumatra,” tulisnya.
Baca Juga: Solusi Jangka Panjang Karhutla, DPRD Kalbar Minta HGU Lahan Gambut Tak Lagi Diperpanjang
Orangutan Terpaksa Melarikan Diri
Perhatian DiCaprio kemudian tertuju pada dampak kebakaran terhadap satwa liar. Ia mengatakan orangutan Kalimantan terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar karena habitat mereka semakin menghilang.
“Bornean Orangutans have been seen fleeing burning forests as their habitat disappears,” lanjutnya.
Ia juga mengangkat kisah seekor orangutan yang berhasil diselamatkan oleh BKSDA Kalimantan Tengah dengan dukungan BOS Foundation. Satwa tersebut kini berada dalam perawatan dokter hewan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan di Kalbar hingga 9 Oktober, Warga Tetap Diminta Waspada Potensi Karhutla
Lebih dari 5 Juta Orang Terpapar Asap
Dampak karhutla tidak hanya dirasakan satwa. DiCaprio menyebut lebih dari 5 juta orang telah terpapar asap kebakaran hutan.
“Over 5 million people have been exposed to wildfire smoke,” ungkapnya.
Lebih lanjut, aktor tampan itu juga menyinggung kondisi hutan Borneo yang menurutnya semakin kering dan panas akibat perubahan iklim sehingga lebih rentan terhadap kebakaran.
Ia mengatakan kebakaran kerap dimulai oleh manusia untuk membuka hutan menjadi lahan pertanian.
Lahan Gambut Lepaskan Karbon
DiCaprio turut menyoroti ancaman kebakaran di lahan gambut yang kaya karbon. Ketika terbakar, gambut dapat melepaskan karbon dalam jumlah besar yang tersimpan di dalamnya.
“When carbon-rich peatlands like these burn, they also release enormous amounts of stored carbon, further fueling the climate and biodiversity crises,” jelasnya.
Baca Juga: Solusi Jangka Panjang Karhutla, DPRD Kalbar Minta HGU Lahan Gambut Tak Lagi Diperpanjang
Menurut DiCaprio, kondisi tersebut semakin memperburuk krisis iklim dan keanekaragaman hayati.
Pemerintah dan Organisasi Konservasi Bergerak
Dalam unggahannya juga menyebut pemerintah Indonesia, petugas pemadam kebakaran, masyarakat lokal, organisasi konservasi, penyelamat satwa liar, dan peneliti turut merespons kebakaran.
Ia juga menyebut Rewild bersama mitranya, IUCN Great Apes dan IUCN Gibbon, bekerja dengan organisasi di garis depan untuk mendukung upaya pemadaman serta melindungi hutan dan satwa liar.
Unggahan DiCaprio tersebut memperlihatkan bahwa karhutla di Kalimantan tidak hanya menyisakan persoalan luas wilayah yang terbakar.
Baca Juga: Ria Norsan Jawab Pertanyaan Soal Penggunaan Bantuan Anggaran Karhutla dari Presiden
Di balik angka ratusan ribu hektare hutan yang terdampak, terdapat jutaan manusia yang terpapar asap serta satwa seperti orangutan yang kehilangan habitatnya.
Editor : Khoiril Arif Ya'qob