PONTIANAK POST – Kualitas udara Kota Pontianak masih berada dalam kategori berbahaya meski jumlah titik panas berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat tercatat hanya 17 titik pada Jumat (9/10). Asap kebakaran yang menyelimuti kota diduga tidak hanya berasal dari kebakaran lokal, tetapi juga berpotensi terbawa angin dari wilayah lain di Kalimantan.
Data IQAir yang dipantau pada pukul 22.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pontianak mencapai 439 berdasarkan standar US AQI. Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat 295 mikrogram per meter kubik (µg/m³), tingkat yang sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan.
Pada waktu yang sama, pengolahan data satelit oleh BMKG untuk wilayah Kalbar mencatat total 639 titik panas sepanjang pukul 00.00 hingga 22.00 WIB. Rinciannya, 17 titik berkepercayaan tinggi, 614 titik berkepercayaan sedang, dan delapan titik berkepercayaan rendah.
Perbedaan antara jumlah titik panas berkepercayaan tinggi dan kondisi udara di Pontianak menjadi perhatian. Sebab, kualitas udara tidak hanya dipengaruhi jumlah titik panas di sekitar kota, tetapi juga intensitas kebakaran, arah dan kecepatan angin, serta kemungkinan masuknya asap dari daerah lain.
Sebelumnya, BPBD Kalbar memantau kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan dan pergerakan angin yang berpotensi membawa asap menuju Pontianak. Namun, untuk memastikan sumber asap pada Jumat malam, diperlukan data terbaru mengenai arah angin dan lintasan asap dari BMKG.
Ancaman kabut asap juga berlangsung di tengah tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Data Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat 468 kasus ISPA di Kalbar pada Kamis (8/10).
Kasus terbanyak tercatat di Kota Singkawang sebanyak 88 kasus, disusul Kabupaten Ketapang 85 kasus, Kubu Raya 79 kasus, Kota Pontianak 42 kasus, dan Kabupaten Sintang 36 kasus. Data tersebut menunjukkan beban gangguan pernapasan masih tersebar di berbagai wilayah Kalbar, meski tidak semua kasus dapat langsung dikaitkan dengan paparan asap.
Kondisi udara dengan AQI 439 menuntut masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang harus beraktivitas di luar disarankan menggunakan respirator yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker berstandar N95 atau yang setara, serta mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan petugas kesehatan. (ars)
Udara Pontianak Berbahaya
Kualitas Udara dan Titik Panas Kalbar — 9 Oktober 2026
|
Indikator |
Data |
Keterangan |
|---|---|---|
|
AQI Pontianak |
439 |
Berbahaya |
|
PM2.5 |
295 µg/m³ |
Partikel halus di udara |
|
Titik panas kepercayaan tinggi |
17 titik |
Deteksi satelit |
|
Titik panas kepercayaan sedang |
614 titik |
Deteksi satelit |
|
Titik panas kepercayaan rendah |
8 titik |
Deteksi satelit |
|
Total titik panas |
639 titik |
Pemantauan hingga 22.00 WIB |
|
Kasus ISPA Kalbar |
468 kasus |
Data 8 Oktober 2026 |
Sebaran Kasus ISPA di Kalbar
|
Kabupaten/Kota |
Kasus |
|---|---|
|
Singkawang |
88 |
|
Ketapang |
85 |
|
Kubu Raya |
79 |
|
Pontianak |
42 |
|
Sintang |
36 |
|
Mempawah |
35 |
|
Kayong Utara |
30 |
|
Landak |
26 |
|
Sekadau |
17 |
|
Bengkayang |
11 |
|
Kapuas Hulu |
9 |
|
Sambas |
4 |
|
Sanggau |
3 |
|
Melawi |
3 |
|
Total |
468 |
Sumber: IQAir (9 Oktober 2026, pukul 22.00 WIB); data pengolahan satelit BMKG untuk Kalbar; Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (8 Oktober 2026). Data titik panas merupakan indikasi satelit, bukan jumlah kebakaran yang telah terverifikasi di lapangan.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro