Kalbar Hanya 17 Titik Panas, tapi Kualitas Udara Pontianak Kembali Berbahaya

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 22:53 WIB
KABUT ASAP: Kabut asap menyelimuti perahu motor membawa penumpang di Sungai Kapuas, Kota Pontianak pada Kamis (8/10). Kualitas udara Kota Pontianak mencapai kategori berbahaya dengan AQI 439 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 295 µg/m³ pada Jumat (9/10) pukul 22.00 WIB. Asap berpotensi berasal dari kebakaran lokal maupun terbawa angin dari wilayah lain. (FOTO JESSICA WUYSANG/ANTARA FOTO)
UDARA BERBAHAYA: Kabut asap menyelimuti perahu motor membawa penumpang di Sungai Kapuas, Kota Pontianak pada Kamis (8/10). Kualitas udara Kota Pontianak mencapai kategori berbahaya dengan AQI 439 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 295 µg/m³ pada Jumat (9/10) pukul 22.00 WIB. Asap berpotensi berasal dari kebakaran lokal maupun terbawa angin dari wilayah lain. (FOTO JESSICA WUYSANG/ANTARA FOTO)

 

PONTIANAK POST – Kualitas udara Kota Pontianak masih berada dalam kategori berbahaya meski jumlah titik panas berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat tercatat hanya 17 titik pada Jumat (9/10). Asap kebakaran yang menyelimuti kota diduga tidak hanya berasal dari kebakaran lokal, tetapi juga berpotensi terbawa angin dari wilayah lain di Kalimantan.

Data IQAir yang dipantau pada pukul 22.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pontianak mencapai 439 berdasarkan standar US AQI. Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat 295 mikrogram per meter kubik (µg/m³), tingkat yang sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan.

Pada waktu yang sama, pengolahan data satelit oleh BMKG untuk wilayah Kalbar mencatat total 639 titik panas sepanjang pukul 00.00 hingga 22.00 WIB. Rinciannya, 17 titik berkepercayaan tinggi, 614 titik berkepercayaan sedang, dan delapan titik berkepercayaan rendah.

Perbedaan antara jumlah titik panas berkepercayaan tinggi dan kondisi udara di Pontianak menjadi perhatian. Sebab, kualitas udara tidak hanya dipengaruhi jumlah titik panas di sekitar kota, tetapi juga intensitas kebakaran, arah dan kecepatan angin, serta kemungkinan masuknya asap dari daerah lain.

Sebelumnya, BPBD Kalbar memantau kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan dan pergerakan angin yang berpotensi membawa asap menuju Pontianak. Namun, untuk memastikan sumber asap pada Jumat malam, diperlukan data terbaru mengenai arah angin dan lintasan asap dari BMKG.

Ancaman kabut asap juga berlangsung di tengah tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Data Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat 468 kasus ISPA di Kalbar pada Kamis (8/10).

Kasus terbanyak tercatat di Kota Singkawang sebanyak 88 kasus, disusul Kabupaten Ketapang 85 kasus, Kubu Raya 79 kasus, Kota Pontianak 42 kasus, dan Kabupaten Sintang 36 kasus. Data tersebut menunjukkan beban gangguan pernapasan masih tersebar di berbagai wilayah Kalbar, meski tidak semua kasus dapat langsung dikaitkan dengan paparan asap.

Kondisi udara dengan AQI 439 menuntut masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang harus beraktivitas di luar disarankan menggunakan respirator yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker berstandar N95 atau yang setara, serta mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan petugas kesehatan. (ars)

Udara Pontianak Berbahaya

Kualitas Udara dan Titik Panas Kalbar — 9 Oktober 2026

Indikator

Data

Keterangan

AQI Pontianak

439

Berbahaya

PM2.5

295 µg/m³

Partikel halus di udara

Titik panas kepercayaan tinggi

17 titik

Deteksi satelit

Titik panas kepercayaan sedang

614 titik

Deteksi satelit

Titik panas kepercayaan rendah

8 titik

Deteksi satelit

Total titik panas

639 titik

Pemantauan hingga 22.00 WIB

Kasus ISPA Kalbar

468 kasus

Data 8 Oktober 2026

Sebaran Kasus ISPA di Kalbar

Kabupaten/Kota

Kasus

Singkawang

88

Ketapang

85

Kubu Raya

79

Pontianak

42

Sintang

36

Mempawah

35

Kayong Utara

30

Landak

26

Sekadau

17

Bengkayang

11

Kapuas Hulu

9

Sambas

4

Sanggau

3

Melawi

3

Total

468

Sumber: IQAir (9 Oktober 2026, pukul 22.00 WIB); data pengolahan satelit BMKG untuk Kalbar; Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (8 Oktober 2026). Data titik panas merupakan indikasi satelit, bukan jumlah kebakaran yang telah terverifikasi di lapangan.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Kualitas udara Pontianak titik panas Kalbar kasus ISPA Kalbar AQI 439 kabut asap lintas provinsi