PONTIANAK POST - Potensi awan penghujan masih mendominasi wilayah Kalimantan Barat hingga 18 Oktober 2026. Namun, potensi pertumbuhan awan penghujan masih rendah di wilayah Kalimantan Barat bagian Selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar mengungkapkan, potensi pertumbuhan awan penghujan terpantau cukup banyak dan merata di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Namun, kondisi berbeda terjadi di bagian selatan Kalimantan Barat. Di wilayah tersebut, pertumbuhan awan penghujan terpantau masih minim, sehingga potensi hujan relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.
Reny, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan, terutama bagian Selatan yakni Ketapang, Kayong Utara, dan Melawi pada tanggal 09 sampai dengan 15 Oktober 2026.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan di Kalbar hingga 9 Oktober, Warga Tetap Diminta Waspada Potensi Karhutla
"Untuk satu minggu ke depan, potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar," ujarnya.
Reny mengatakan secara umum, berdasarkan prakiraan angin di ketinggian 3000 kaki, angin di Wilayah Kalbar bergerak dari arah Tenggara ke Selatan dengan kecepatan 9 hingga 21 knot. Kondisi udara pada Sabtu (10/10) masih dominan kabur.
Meski demikian, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
"Waspadai potensi hujan yang terjadi dapat disertai petir,kilat, dan angin kencang berdurasi singkat,"paparnya.
Baca Juga: Ria Norsan Apresiasi Dukungan Lanud Supadio dalam Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
Terdapat jarak pandang ekstrem pada hasil pengamatan beberapa unsur cuaca pada 9 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tanggal 08 Oktober 2026 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 09 Oktober 2026 Pukul 07.00 WIB. Selain itu, jarak pandang kurang dari 1000 meter terjadi di Mempawah, Pontianak, Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang, Sintang, dan Singkawang. disebabkan oleh udara kabur akibat asap.
Potensi banjir pesisir atau rob juga mengintai di wilayah tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak. Sebagai antisipasi, Stasiun Meteorologi Maritim Dwikora juga mengeluarkan peringatan dini pada periode 1 hingga 23 Oktober 2026.
Potensi ini dipicu adanya fenomena fase bulan baru pada 10 Oktober 2026 berpotensi meningkatkan air laut maksimum. Pada periode 9 hingga 15 Oktober, pasang air laut maksimum akan terjadi dengan ketinggian mencapai hingga 1,6 meter.
Pasang tertinggi di Pontianak diperkirakan berlangsung pada 9 pukul 16.00 WIB dan 15 Oktober pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Sedangkan pasang tertinggi 1,5 meter berpotensi terjadi di Kendawangan pada 15 Oktober 2026 pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. (mrd)
Editor : Hanif