Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Selamat Hari Diabetes Nasional

Super_Admin • Minggu, 18 April 2021 | 11:53 WIB
Laboratorium Kesehatan Daerah Kalimantan Barat. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST
Laboratorium Kesehatan Daerah Kalimantan Barat. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST
HARI ini, 18 April 2021, diperingati sebagai Hari Diabetes Nasional. Tidak terungkap secara jelas alasan dipilihnya hari tersebut. Namun situs hubsehat.com menjelaskan bahwa Kementrian Kesehatan RI telah menetapkan setiap tanggal tersebut, untuk mengingatkan masyarakat dalam menjaga kesehatannya, sehingga terhindar dari penyakit diabetes. Seperti diketahui, penyakit diabetes merupakan penyakit di mana penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya.

Diabetes tidak terjadi dalam semalam dan ada banyak faktor risiko untuk mengembangkan diabetes. Mulai dari keturunan, genetik, lingkungan, gaya hidup, riwayat medis, sampai faktor usia, dapat menyebabkan diabetes.

Risiko diabetes bisa dialami oleh siapa pun. Bisa diabetes pada anak, wanita hamil (gestational diabetes), orang dengan kelebihan berat badan, pria yang mempengaruhi infertilitas, sampai dengan retinopati diabetik, hingga penglihatan kabur yang bisa meningkatkan kebutaan.

Karena hal tersebut di Hari Diabetes Nasional ini saatnya memberikan apresiasi lebih dalam penanganan kadar gula darah, memonitor kadar gula darah merupakan bagian penting dari manajemen diabetes. Makin seringnya memonitor gula darah adalah hal terbaik dalam mengendalikan gula darah, baik tes itu di rumah, di lab, ataupun dengan dokter pribadi.

Memang ada cara lain yang bisa menurunkan kadar gula darah dengan mengonsumsi obat diabetes seperti sulfonilurea atau pun insulin basal, tapi akan ada resiko yang akan meningkatkan serangan jantung, stroke, bahkan gagal jantung.

Sementara berkenaan dengan pandemi Covid-19 saat ini, situs rsjlawang.com memaparkan bahwa pasien diabetes adalah salah satu kelompok yang paling rentan terhadap infeksi Covid-19. Penyakit menular ini bisa menyebabkan komplikasi parah pada penderita diabetes, seperti pneumonia.

Diabetes adalah kondisi metabolisme yang menyebabkan kadar gula darah tinggi. Karena itu, dilansir oleh medicalnewstoday.com, sistem kekebalan tubuh pada penderita diabetes tidak mampu bekerja dengan baik untuk melawan virus. Terlebih, virus korona jenis baru ini juga bisa berkembang di lingkungan dengan glukosa darah tinggi. Selain itu, diabetes juga membuat tubuh penderita dalam kondisi peradangan tingkat rendah. Kondisi inilah yang menyebabkan respons penyembuhan tubuhnya melambat. Kadar gula darah yang tinggi, bila bersamaan dengan peradangan terus-menerus akan semakin menyulitkan penderita diabetes pulih dari infeksi virus korona Covid-19.

Ahli endokrin dr. Roy Panusunan Sibarani kepada Jawa Pos menjelaskan bahwa penyakit diabetes adalah ‘ibu dari segala penyakit’. Artinya penyakit ini bisa menjadi ancaman komplikasi bagi penyakit lainnya.

Menurut dia, diabetes terdiri dari empat tipe. Yaitu diabetes tipe I umumnya diderita oleh seseorang yang masih anak-anak. Para penderitanya tak bisa hidup jika tak memakai insulin lantaran pankreasnya tak berfungsi. Lalu diabetes tipe II dimulai pada seseorang dengan umur lebih besar. Digambarkan dia seperti perut lebih gemuk, sehingga timbul kondisi insulin menjadi resisten. Dari sini, dia menambahkan, kadar gula melonjak.

Sementara tipe III adalah diabetes yang tak diketahui atau tak bisa dikategorikan masuk dalam tipe 1, 2, atau 4. Kemudian diabetes tipe IV terjadi pada seseorang yang sedang hamil mengalami kondisi lonjakan gula darah. Kemudian setelah hamil selesai, gula darah kembali turun.

Untuk mengetahui kadar gula darah di dalam tubuh, harus dilakukan tes gula darah. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium klinik atau rumah sakit. Meskipun saat ini begitu mudah didapat glukometer atau alat cek gula darah di pasaran. Glukometer sendiri merupakan perangkat digital, yang berfungsi menghitung kadar glukosa di dalam darah.

Berbicara mengenai laboratorium klinik atau laboratorium kesehatan, dijelaskan bahwa hal ini merupakan sarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat. Laboratorium kesehatan dapat diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta yang berupa laboratorium yang mandiri atau terintegrasi di dalam sarana pelayanan kesehatan lainnya. Penyelenggara laboratorium kesehatan pemerintah baik sebagai Unit Pelaksana Teknis Pusat atau Unit Pelaksana Teknis Daerah, sedangan laboratorium kesehatan swasta diselenggarakan oleh perorangan atau badan hukum dengan penanaman modal dalam negeri atau penanaman modal asing. Nah, kali ini, Minggupedia akan menampilkan mengenai gedung-gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang tersebar di berbagai daerah di Kalbar. (berbagai sumber) Editor : Super_Admin
#Hari Diabetes Nasional