Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Usahakan tak Membawa Pulang Kantong Plastik

Super_Admin • Minggu, 4 Juli 2021 | 11:32 WIB
Tumpukan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir Batulayang Pontianak. HARYADI/PONTIANAK POST
Tumpukan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir Batulayang Pontianak. HARYADI/PONTIANAK POST
KEMARIN, 3 Juli, diperingati dunia sebagai Hari Bebas Kantong Plastik Internasional (International Plastic Bag Free Day). Dari situs knowinsiders.com, peringatan yang merupakan inisiatif global tersebut, dimaksudkan untuk menghilangkan penggunaan kantong plastik.

Kantong plastik mungkin tampak seperti kenyamanan berbelanja bahan makanan, tetapi juga merupakan beban besar bagi lingkungan. Diperlukan waktu hingga 500 tahun agar kantong plastik terurai, sehingga membentuk sebagian besar dari apa yang tersisa di tempat pembuangan sampah dan mencemari saluran air.

Tumpukan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir Batulayang Pontianak. HARYADI/PONTIANAK POST
Tumpukan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir Batulayang Pontianak. HARYADI/PONTIANAK POST


Untuk sebagian besar sejarah, produk sekali pakai adalah penghujatan. Tetapi melalui akhir revolusi industri dan memasuki era modern, plastik menjadi sumber daya yang murah dan berlimpah. Kantong plastik hanyalah salah satu contoh sempurna.

Sejak lahir hingga pelarangan, sejarah kantong plastik telah memengaruhi dunia. Pada tahun 1933, polietilen, plastik yang paling umum digunakan, dibuat secara tidak sengaja di sebuah pabrik kimia di Northwich, Inggris. Sementara polietilen telah dibuat dalam batch kecil sebelumnya, ini adalah sintesis pertama dari bahan yang praktis industri, dan pada awalnya digunakan secara rahasia oleh militer Inggris selama Perang Dunia II.

Photo
Photo
Plastik LDPE

Pada tahun 1965, tas belanja polyethylene one-piece dipatenkan oleh perusahaan Swedia Celloplast. Dirancang oleh insinyur Sten Gustaf Thulin, kantong plastik dengan cepat mulai menggantikan kain dan plastik di Eropa. Setelah menguasai 80 persen pasar tas di Eropa, kantong plastik diekspor ke luar negeri dan diperkenalkan secara luas ke Amerika Serikat pada 1979. Perusahaan plastik mulai gencar memasarkan produknya lebih unggul dari kertas dan tas yang dapat digunakan kembali.

Baru pada tahun 1997 pelaut dan peneliti Charles Moore menemukan Great Pacific Garbage Patch, yang terbesar dari beberapa pilin di lautan. Temuannya tersebut memperlihatkan bagaimana sejumlah besar sampah plastik menumpuk, sehingga mengancam kehidupan laut. Dari hasil penemuannya tersebut didapati bahwa kantong plastik bisa membunuh penyu, lantaran mengira sampah-sampah tersebut sebagai ubur-ubur dan memakannya.

Photo
Photo
Plastik HDPE

Bangladesh menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan larangan kantong plastik tipis pada tahun 2002, setelah ditemukan bahwa kantong plastik memainkan peran kunci dalam menyumbat sistem drainase selama bencana banjir. Negara-negara lain dengan cepat mengikuti, seperti Afrika Selatan, Rwanda, Tiongkok, Australia, dan Italia.

Hari Bebas Kantong Plastik Internasional dimaksudkan untuk mencari alternatif yang lebih aman untuk menunjukkan bahwa dunia tanpa menggunakan begitu banyak plastik adalah sesuatu yang mungkin. Ini adalah bagian dari Gerakan Bebas dari Plastik, yang dimulai pada September 2016, dan telah diikuti oleh hampir 1.500 organisasi berbeda. Gerakan ini dimaksudkan untuk mencari solusi untuk krisis polusi plastik, untuk membuat planet ini lebih aman bagi manusia, lingkungan, dan satwa liar.

Photo
Photo
Plastik PP

Apa itu kantong plastik? Situs jayabersamaplastik.com menjelaskan bahwa kantong plastik (Polybag) tersedia dalam komposisi bahan baku berupa PP (PolyPropylene), LLDPE (Low Linear Density PolyEthylene), HDPE (High Density PolyEthylene), OPP (OverHeated PolyPropylene), dan PS (Polystyrene).

Situs tersebut menjelaskan bahwa kantong plastik PP merupakan plastik yang paling umum digunakan di kalangan masyarakat. Karena kejernihannya (clear/transparent), kantong plastik PP banyak digunakan untuk mengemas produk barang konsumsi (consumer goods) yang hendak ditampilkan warnanya/bentuknya seperti makanan ringan, pakaian, alas kaki, dan masih banyak lagi.

Photo
Photo
Plastik PET

Sementara kantung plastik PE dengan struktur kimiawi LDPE (low density polyethylene) merupakan pilihan utama para pelaku industri yang membutuhkan kemasan yang memiliki daya tahan tinggi dan elastisitas yang kuat. Struktur kepekatan yang rendah (low density) pada bahan PE ini menyebabkan plastik memiliki daya lentur yang kuat sehingga dapat menerima daya tarik/regang besar saat digunakan, sehingga cocok untuk kemasan industri alat-alat berat (seperti komponen suku cadang, otomotif, elektronik, mebel) maupun industri yang menggunakan cairan (misalnya bahan kimia, perikanan dan lain lain). Tipe plastik ini umumnya tersedia di pasaran dalam beragam ukuran dengan menggunakan bahan low-linear density polyethylene (LLDPE), di mana tampilan fisik sedikit kurang jernih/mengkilap dibandingkan kualitas LDPE yang sesungguhnya. Bahan LLDPE ini pada umumnya dipilih produsen kantung plastik atas dasar pertimbangan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat namun dengan kualitas daya tahan yang tetap terjaga.

Untuk kantong plastik HD yang memiliki struktur kimiawi HDPE (High Density PolyEthylene) merupakan jenis kantong plastik yang memiliki daya tahan terhadap panas tinggi. Kemampuan ini disebabkan karena struktur kepekatan (high density) pada molekul polymer plastik tersebut. Kantong Plastik HD umumnya terbagi tiga kategori yakni kantong HD polos (polybag), kantong HD kresek (shopping bag), dan kantong HD sampah (disposal bag).

Kantong plastik OPP dikenal karena kejernihannya yang seperti kaca – sehingga sering disebut plastik kaca – berguna untuk mengemas produk-produk yang hendak ditampilkan bentuk dan warnanya sehingga menarik. Kemasan ini sering dijumpai dalam wadah pembungkus roti, pakaian kemeja, kartu undangan, boneka, piringan cakram (CD), alat tulis, dan produk-produk barang jadi yang hendak ditampilkan lebih menawan.

Photo
Photo
Tumpukan sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir Batulayang Pontianak. HARYADI/PONTIANAK POST

Sementara kantong plastik PS dapat ditemui dalam bentuk wadah styrofoam. Situs laundry.drop.id menyebut bahwa wadah makanan ini memang sering sekali digunakan untuk mengemas makanan yang akan dibawa pulang. Namun perlu mengurangi penggunaannya, pasalnya saat keadaan panas, sangat berbahaya lantaran mengandung zat styrene yang dapat meracuni makanan.

Di Kota Pontianak sendiri, terhitung mulai 1 Januari 2020 lalu, para pelaku usaha dilarang menyediakan kantong plastik tidak ramah lingkungan. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Wali Kota Pontianak Nomor 6 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Dalam peraturan tersebut ditegaskan bahwa para pengguna kantong plastik berkewajiban mengupayakan kantong plastik atau kantong alternatif lain yang ramah lingkungan atau kantong plastik berbayar khususnya toko retail, toko modern, super market dan minimarket; mengurangi penggunaan kantong plastik; dan melakukan sosialisasi bahaya penggunaan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan. Kemudian produsen kantong plastik diwajibkan  memproduksi plastik yang ramah lingkungan (biodegradable/degradale).(berbagai sumber) Editor : Super_Admin
#Minggu Pedia