Selamat Hari Kesadaran Epilepsi
KEMARIN, 26 Maret, diperingati Hari Kesadaran Epilepsi Internasional (International Day of Epilepsy Awareness). Peringatan yang yang dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gangguan otak yang satu ini, serta menghilangkan ketakutan dan stigma yang melingkupinya. Sekadar informasi, lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia harus mengalami apa yang disebut epilepsi ini, kini.
Dari situs nationaltoday.com, dipilihnya 26 Maret sebagai Hari Kesadaran Epilepsi Internasional, digagas oleh Cassidy Megan dari Nova Scotia, Kanada. Dia memulainya dengan menggelar sebuah acara pada 26 Maret 2008. Termotivasi oleh diagnosisnya sendiri dan perjuangan hidup dengan epilepsi, dia menyadari pentingnya semua orang memahami gangguan neurologis umum ini. Dia menciptakan jalan bagi orang untuk belajar, terlibat, dan mendukung pendidikan publik tentang epilepsi serta menghilangkan mitos dan ketakutan di sekitarnya.
Epilepsi disebabkan oleh gangguan listrik di otak, yang mengakibatkan kejang dari berbagai jenis. Ini bisa menjadi kondisi yang menakutkan bagi orang-orang yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi, yang telah menyebabkan banyak asumsi yang tidak perlu dan bahkan undang-undang tentang penyakit dan kemampuan mereka yang hidup dengannya. Ini adalah gangguan neurologis paling umum keempat setelah migrain, stroke, dan alzheimer.
Pada tahun 2009, Yayasan Anita Kaufmann bermitra dengan Asosiasi Epilepsi Nova Scotia eluncurkan Hari Ungu, membawa lebih banyak perhatian kolektif dan kampanye terstruktur untuk tujuan hari itu di Amerika Serikat dan internasional. Lebih dari 100 ribu siswa, 95 tempat kerja, dan 116 politisi berpartisipasi dalam acara Hari Ungu tersebut. Yayasan Anita Kaufmann memiliki merek dagang Hari Ungu pada tahun 2011 dan terus memperluas jangkauannya sejak itu.
Situs halodoc.com menjelaskan bahwa penyakit epilepsi atau ayan merupakan kondisi yang dapat menjadikan seseorang mengalami kejang secara berulang. Epilepsi bisa menyerang seseorang ketika terjadinya kerusakan atau perubahan di dalam otak.
Di dalam otak manusia terdapat neuron atau sel-sel saraf yang merupakan bagian dari sistem saraf. Setiap sel saraf saling berkomunikasi menggunakan impuls listrik. Pada kasus epilepsi, kejang terjadi ketika impuls listrik tersebut dihasilkan secara berlebihan, sehingga menyebabkan perilaku atau gerakan tubuh yang tidak terkendali.
Beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan risiko terkena epilepsi, antara lain usia, genetik, cedera pada kepala, demensia, infeksi otak, serta riwayat kejang di masa kecil. Sementara gejala epilepsi utamanya digambarkan dengan kejang berulang. Karakteristik kejang akan bervariasi dan bergantung pada bagian otak yang terganggu pertama kali dan seberapa jauh gangguan tersebut terjadi. Sementara jenis kejang epilepsi dibagi menjadi dua berdasarkan gangguan pada otak, yaitu kejang parsial dan kejang umum. Kejang parsial pada kejang parsial simpel, digambarkan bagaimana kejang yang pengidapnya tidak kehilangan kesadaran. Gejalanya dapat berupa anggota tubuh yang menyentak, atau timbul sensasi kesemutan, pusing, dan kilatan cahaya. Bagian tubuh yang mengalami kejang tergantung pada bagian otak mana yang mengalami gangguan. Contohnya jika epilepsi mengganggu fungsi otak yang mengatur gerakan tangan atau kaki, maka kedua anggota tubuh itu saja yang akan mengalami kejang. Kejang parsial juga dapat membuat pengidapnya mengalami perubahan secara emosi, seperti merasa gembira atau takut secara tiba-tiba. Kemudian kejang parsial kompleks, di mana kadang-kadang memengaruhi kesadaran pengidapnya, sehingga membuatnya terlihat seperti bingung atau setengah sadar selama beberapa saat. Ciri-ciri kejang parsial kompleks lainnya adalah pandangan kosong, menelan, mengunyah, atau menggosok-gosokkan tangan.
Sementara pada kejang umum atau menyeluruh, gejala terjadi pada sekujur tubuh dan disebabkan oleh gangguan yang berdampak kepada seluruh bagian otak. Gejala-gejala yang bisa terjadi saat seseorang terserang kejang umum seperti mata yang terbuka saat kejang, kejang tonik, kejang atonik, kejang klonik, mengeluarkan suara-suara atau berteriak saat mengalami kejang, mengompol, kesulitan bernapas untuk beberapa saat, bahkan dalam beberapa kasus membuat pengidap benar-benar tidak sadarkan diri.
Ada jenis epilepsi yang umumnya dialami oleh anak-anak, dikenal dengan nama epilepsi absence atau petit mal. Meski kondisi ini tidak berbahaya, prestasi akademik dan konsentrasi anak bisa terganggu. Ciri-ciri epilepsi ini adalah hilangnya kesadaran selama beberapa detik, mengedip-ngedip atau menggerak-gerakkan bibir, serta pandangan kosong. Anak-anak yang mengalami kejang ini tidak akan sadar atau ingat akan apa yang terjadi saat mereka kejang.
Ada jenis epilepsi yang umumnya dialami oleh anak-anak, dikenal dengan nama epilepsi absence atau petit mal. Meski kondisi ini tidak berbahaya, prestasi akademik dan konsentrasi anak bisa terganggu. Ciri-ciri epilepsi ini adalah hilangnya kesadaran selama beberapa detik, mengedip-ngedip atau menggerak-gerakkan bibir, serta pandangan kosong. Anak-anak yang mengalami kejang ini tidak akan sadar atau ingat akan apa yang terjadi saat mereka kejang.
Epilepsi dapat mulai diidap pada usia kapan saja, umumnya kondisi ini terjadi sejak masa kanak-kanak. Berdasarkan penyebabnya, epilepsi dibagi dua yaitu epilepsi idiopatik dan epilepsi simptomatik. Epilepsi idiopatik disebut juga sebagai epilepsi primer. Ini merupakan jenis epilepsi yang penyebabnya tidak diketahui. Sejumlah ahli menduga bahwa kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik (keturunan). Sementara epilepsi simptomatik, disebut juga epilepsi sekunder. Ini merupakan jenis epilepsi yang penyebabnya bisa diketahui. Sejumlah faktor, seperti luka berat di kepala, tumor otak, dan stroke diduga bisa menyebabkan epilepsi sekunder.
Karena epilepsi merupakan kondisi neurologis yang mempengaruhi sistem saraf pusat, maka penyakit ini bisa ditanangi oleh para neurologis atau dokter spesialis saraf. Mereka mendiagnosis dan mengobati masalah yang berkaitan dengan otak dan sistem saraf. Untuk menjadi dokter saraf, seseorang harus menyelesaikan pendidikan dokter umum terlebih dahulu, sebelum melanjutkan pendidikan spesialis neurologi.
Neurologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari sistem saraf. Sistem saraf bertanggung jawab dalam mengatur kerja organ dan fungsi koordinasi tubuh, menerima dan memproses rangsangan fisik berupa rasa nyeri, sentuhan, dan suhu, menggerakkan tubuh, serta menjalani proses kognitif seperti berpikir dan mengingat.
Para dokter spesialis saraf ini tergabung dalam organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi). Dalam situs pubinfo.id, pada 15 – 16 September 1970 di suatu peristirahatan di Gombel, Semarang berlangsung pertemuan 41 dokter ahli (Neurologi, Psikiatri, dan Neurochirurgi) dari berbagai daerah yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mahar Mardjono, dengan maksud untuk memperluas perhimpunan yang sebelumnya hanya meliputi lingkungan FKUI/RSUP Jakarta saja, sejak tahun 1958. Pertemuan ini membahas tentang perhimpunan, hubungannya dengan IDI dan perhimpunan internasional, pendidikan dokter ahli, majalah perhimpunan, anggaran dasar, pembentukan cabang/komisariat, pemilihan pengurus baru, perencanaan kompetensi tahunan yang akan datang, dan sebagainya. Kemudian dibentuk susunan Pengurus Pusat Perhimpunan Neurologi, Psikiatri, dan Neurochirurgi (PNPNCh) yang diketuai Prof. Dr. Kusumanto Setyonegoro. Pada kongres 1984 di Medan diputuskan bahwa PNPNCh dipecah sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing, yaitu IDASI (Ikatan Dokter Ahli Saraf Indonesia), IDAJI (Ikatan Dokter Ahli Jiwa Indonesia), dan IKABSI (Ikatan Ahli Bedah Saraf Indonesia). IDASI pun kemudian berubah menjadi Perdossi.
Di Kalimantan Barat sendiri, Perdossi saat ini diketuai dr. Caecilia Titik Nurwahyuni Wisnuprapti, Sp.S, dokter spesialis saraf yang bertugas di Rumah Sakit St. Antonius Pontianak. Saat ini Perdossi Cabang Kalimantan Barat berawakkan 26 dokter spesialis saraf yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di provinsi ini. (berbagai sumber)
Ketua Perdossi Kalbar
Wakil Ketua Perdossi Kalbar
Sekretaris Perdossi Kalbar
Wakil Sekretaris Perdossi Kalbar
Bendahara Perdossi Kalbar Editor : Misbahul Munir S