Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Strategi Minum Air 2-4-2, Dokter Ungkap Puasa Lebih Kuat dan Optimal

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 24 Februari 2026 | 15:30 WIB

Ilustrasi berbuka puasa di bulan ramadan.
Ilustrasi berbuka puasa di bulan ramadan.

PONTIANAK POST - Selama menjalankan puasa Ramadan, tubuh berisiko mengalami dehidrasi ringan akibat keterbatasan waktu minum.

Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan fungsi kognitif dan menurunnya efisiensi metabolisme.

Menurut Adam Prabata, tantangan utama puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga bagaimana memenuhi kebutuhan cairan harian dalam window time yang terbatas.

Dalam tulisannya di platform X, dr Adam Prabata menjelaskan bahwa pemenuhan cairan sebaiknya tidak dilakukan sekaligus dalam jumlah besar.

Ia merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa strategi minum dengan formasi 2-4-2 merupakan pendekatan hidrasi yang lebih terukur dan efektif untuk menjaga volume intravaskular tanpa membebani sistem perkemihan secara mendadak.

“Berdasarkan salah satu penelitian, kita bisa minum dengan strategi formasi 2-4-2 yang strategi hidrasi yang terukur untuk memastikan volume intravaskular tetap optimal tanpa membebani sistem perkemihan secara mendadak,” tulisnya.

Apa Itu Strategi Minum 2-4-2?

Strategi 2-4-2 membagi konsumsi air ke dalam tiga fase penting:

- 2 gelas saat sahur, berfungsi untuk mempersiapkan cadangan cairan dan memitigasi defisit cairan selama fase puasa.

- 4 gelas saat berbuka, merupakan fase rehidrasi krusial untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit setelah seharian berpuasa.

- 2 gelas di malam hari, bertujuan menjaga hidrasi basal sebelum tidur agar metabolisme seluler tetap berjalan optimal selama istirahat.

Dengan pembagian yang sistematis ini, tubuh tidak kaget menerima cairan dalam jumlah besar, sehingga penyerapan air menjadi lebih efektif dan hidrasi lebih stabil.

 

Puasa Lebih Optimal dengan Hidrasi yang Tepat

Menurut dr Adam Prabata, strategi minum yang tepat akan membantu tubuh tetap bugar, fokus, dan efisien secara metabolik selama Ramadan.

Hidrasi yang baik juga mendukung kualitas ibadah karena tubuh tidak mudah lemas atau mengalami penurunan konsentrasi.

“Dengan pembagian yang sistematis ini, tubuh dapat menyerap air secara lebih efisien dibandingkan mengonsumsi volume besar dalam satu waktu yang justru memicu ekskresi cepat melalui urin. Semoga kita semua dilancarkan menjalankan puasa Ramadan tahun ini, aamiin,” pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Buka Puasa #puasa #sahur #Ramadan 2026 #minum air