PONTIANAK POST - Ramadan seringkali memunculkan kekhawatiran yang sama setiap tahun, apakah aman tidak minum selama 12 jam? Apakah ginjal tidak kaget? Apakah puasa bisa memicu gagal ginjal?
Pertanyaan-pertanyaan itu dijawab lugas oleh dr. Decsa Medika Hertanto, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi.
Melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng, ia menyatakan pada orang dengan ginjal sehat, puasa justru memberi kesempatan organ tersebut untuk bernapas.
“Selama ini ginjal kita bekerja hampir 20 jam nonstop menyaring makanan dan minuman. Saat puasa, beban itu berkurang,” jelasnya.
Baca Juga: Kenapa Anak Muda Kini Banyak yang Gagal Ginjal? Dokter Ungkap Gaya Hidup Jadi Penyebab Utama
Baca Juga: Minum Kopi Tak Sekadar Bikin Melek, Dokter Ungkap Manfaatnya untuk Ginjal
Ginjal Tidak Diam Saat Kita Puasa
Banyak orang mengira saat tidak minum, tubuh berada dalam kondisi darurat. Faktanya, ginjal memiliki sistem adaptasi canggih.
Ketika tidak ada cairan yang masuk, ginjal akan:
- Menahan air agar tidak banyak keluar lewat urine
- Mengaktifkan sistem hormon yang menjaga tekanan darah
- Mengatur ulang keseimbangan cairan tubuh
Sistem yang dikenal sebagai Renin-Angiotensin-Aldosteron ini bekerja memastikan tubuh tetap stabil meski asupan cairan berhenti sementara. Itulah sebabnya orang sehat tetap bisa beraktivitas normal saat puasa.
Lebih lanjut, meski puasa aman bagi ginjal sehat, tidak semua orang berada dalam kategori tersebut. Pasien dengan gagal ginjal kronis stadium lanjut, riwayat cuci darah, dan gangguan ginjal berat disarankan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum berpuasa.
“Pada ginjal yang sudah rusak, kekurangan cairan sedikit saja bisa memperberat kondisi,” ujar dr. Decsa.
Justru Pola Buka Puasa yang Sering Jadi Masalah
Menariknya, risiko sering kali bukan pada puasanya, melainkan pada cara berbuka. Kebiasaan langsung minum es manis, gorengan, makanan bersantan dan asin dalam jumlah besar dapat membuat ginjal kaget.
Setelah seharian beradaptasi, organ tersebut tiba-tiba dibebani garam dan gula tinggi.
Akibatnya bisa muncul, perut tidak nyaman, lonjakan tekanan darah, dan kebelet buang air kecil berlebihan
Baca Juga: Bahaya Terlalu Sering Makan Seblak: Bisa Jadi Ancaman untuk Lambung, Jantung, dan Ginjal
Cara Aman Menjaga Ginjal Selama Ramadan
Beberapa prinsip sederhana yang dianjurkan:
1. Penuhi kebutuhan cairan 8 gelas dari buka hingga sahur.
2. Awali berbuka dengan air putih dan kurma.
3. Hindari makan berlebihan.
4. Batasi garam dan gula.
“Puasa itu sehat, tapi jangan dibalas dendam saat berbuka,” katanya.
Baca Juga: Bahaya Terlalu Sering Makan Seblak: Bisa Jadi Ancaman untuk Lambung, Jantung, dan Ginjal
Pada akhirnya, Ramadan bisa menjadi momentum memperbaiki pola makan dan gaya hidup. Bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga kesempatan mengistirahatkan sistem metabolisme tubuh. (*)
Editor : Miftahul Khair