Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

TNI AD Bentuk 100 Yonif dan 20 Brigif Teritorial Pembangunan, Dikukuhkan Presiden

Hanif PP • Minggu, 10 Agustus 2025 | 10:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

PONTIANAK POST - TNI AD akan memiliki satuan angkatan baru yakni Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dan Brigadir Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP). Sejumlah 100 Yonif TP dan 20 Brigif TP akan disebar di berbagai daerah, mulai Sumatera sampai Papua.

Satuan TNI baru ini dijadwalkan akan dikukuhkan Presiden Prabowo dalam Upacara Gelar Pasukan dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Minggu (10/8).  Pembentukan Yonif TP sesuai kebutuhan validasi organisasi yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 85 Tahun 2025.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa penambahan ratusan satuan baru itu akan diikuti dengan rekrutmen tamtama dan bintara. Namun, dia memastikan bahwa TNI sudah menghitung ulang kebutuhan anggaran untuk satuan-satuan baru tersebut.

”TNI menghitung ulang melaporkan kepada Kementerian Pertahanan berapa kira-kira kebutuhan anggaran untuk validasi organisasi tadi dengan bertambahnya jumlah pasukan tadi,” terang dia.

Secara terperinci, 100 Yonif TP paling banyak dibangun di Sumatera dengan 31 satuan, Papua 25 satuan, Kalimantan 15 satuan, Jawa 14 satuan, Sulawesi 10 satuan, Bali lima satuan, dan Maluku lima satuan. Sementara, 20 Brigif TP yakni enam satuan di Sumatera, empat satuan di Papua, tiga satuan di Jawa, tiga satuan di Kalimantan, dua satuan di Sulawesi, satu satuan di Bali dan Nusa Tenggara, serta satu satuan di Maluku.

Meski ada ratusan satuan baru, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan bahwa tidak seluruh personel yang mengisi satuan-satuan tersebut berasal dari rekrutmen baru.

”Jadi, tidak semuanya berasal dari personel baru. Ada juga penataan personel dari satuan-satuan operasional batalyon yang sudah ada,” ucap Wahyu.

Jenderal bintang satu TNI AD itu pun mencontohkan. pada level komandan unit, komandan regu, komandan peleton, komandan kompi, TNI AD akan mengandalkan prajurit-prajurit perwira, bintara, tamtama yang sudah berpengalaman sehingga mereka bisa mendidik personel baru.

”Lalu kami sampaikan juga bahwa rasio kekuatan atau gelar personel TNI AD dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk itu masih sangat kurang,” ujarnya.

Karena itu, Wahyu menekankan kembali bahwa penambahan ratusan satuan baru di TNI AD sudah dihitung ulang. Dia memastikan tidak ada aspek-aspek apa pun yang tidak sesuai dengan prinsip efisiensi. TNI AD menambah ratusan satuan itu dengan mempertimbangkan banyak hal. (jp)

Editor : Hanif
#pembangunan #yonif #Presiden Prabowo #Brigif #Kapuspen #efisiensi #perwira #seluruh indonesia #satuan #tni ad #perpres