Marten Halim panitia pelaksana menuturkan, ada seribu bakcang dibagi pada masyarakat. Selain itu pihaknya juga membagikan gelang dan gantungan kunci sebagai bentuk keberuntungan yang akan selalu mengelilingi.
"Titik kumpul kegiatan bakcang di Pelabuhan Senghie Pontianak kemudian menuju Alun-alun Kapuas dan Siantan," ujarnya kepada Pontianak Post.
Perayaan bakcang tahun ini menjadi ajang rindu. Sebab dua tahun Kota Pontianak dilanda pandemi covid 19 sehingga kegiatan tidak bisa dilaksanakan.
Ke depan semoga festival ini dapat dikemas semakin baik. Sehingga bisa semakin dikenal masyarakat lokal maupun wisatawan. Ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata tersendiri. Sebab perayaan ini di Sungai Kapuas yang menjadi salah satu ikon Kota Pontianak.
"Saya juga berharap generasi muda, terutama Tionghoa bisa tetap melestarikan tradisi ini. Dan event ini akan tetap berlanjut dari tahun ke tahun untuk membawa sukacita kepada siapa saja," ujarnya.
Dari tradisi ini, juga mengajarkan bahwa kesetiaan dan suatu pengorbanan adalah suatu yang sangat berharga.
Gege Meimei Kalimantan Barat adalah Yayasan yang memiliki tujuan untuk mengajak Generasi-Generasi Tionghoa melestarikan Budaya Tionghoa. Gege Meimei telah menjalankan Festival Bakcang ini sejak 2011, dan Gege Meimei tahun ini mengusung tema “Together we share Peace”.
Diharapkan pada festival ini juga ikatan suatu keluarga semakin erat, aman, damai, dan harmonis.
"Ini juga mendorong planing Kemenprekraf yang merencanakan Kota Pontianak sebagai desa wisata," tandasnya.(iza) Editor : Salman Busrah