Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lembaga Survei Indostrategi: Prabowo Tertinggi, Ganjar Nomor Dua

Syahriani Siregar • Sabtu, 10 September 2022 | 19:11 WIB
Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. (IST)
Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. (IST)
JAKARTA - Lembaga survei Indostrategi merilis hasil survei tokoh potensial calon presiden (Capres) 2024. Hasilnya, posisi teratas masih ditempati Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan perolehan 31,3 persen. Posisi Prabowo disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Posisi elektabilitas tiga besar masih dipuncaki oleh Prabowo dengan 31,3 persen, Ganjar 20 persen, dan Anies 14,9 persen. Ini tentu menarik di tengah parpol menggalang poros politik dan tokoh potensial nonparpol mendekati parpol, Prabowo bertengger paling atas mengalahkan Ganjar dan Anies,” kata Direktur Indostrategi Arif Nurul Imam, dalam siaran secara daring, Jumat (9/9).

Salah satu pendorong tingginya elektabilitas Prabowo yaitu, dibangunnya kerja sama politik dengan PKB. Tak dipungkiri, simpatisan PKB yang merupakan kelompok Islam tradisional menaruh simpati kepada Prabowo.

“Sementara Ganjar dan Anies mengalami stagnansi karena publik belum melihat kinerja yang moncer sehingga melirik tokoh lain,” ucap Arif.

Pemilih PKB terlihat solid ke Prabowo dibanding Ganjar dan Anies. Sementara pemilih Golkar lebih cair dan dinamis.

Sementara, pemilih terbesar Anies berasal dari pemilih Parpol PKS (2,5 persen), PDIP (2,2 persen), Gerindra (1,5 persen), NasDem (1,4 persen) dan PKB (1,2 persen).

“Sedangkan pemilih terbesar Ganjar berasal dari pemilih Parpol PDIP (8,5 persen). Namun belum cukup maksimal karena masih belum jelas dan definitifnya keputusan PDIP terkait Capres yang diusung, apalagi pemilih PDIP lebih loyal terhadap partai dibanding capres yang diusung,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, keputusan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) 2024, sudah final. Keputusan itu disepakati dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Gerindra.

Pernyataan ini merespons adanya desakan agar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiga Uno mundur dari Partai Gerindra. Desakan ini muncul, karena Sandiaga dianggap tak patuh dengan keputusan partai.

“Kalau di Gerindra kan sudah final bahwa pencapresan itu mencapreskan Pak Prabowo dan itu belum ada opsi lain, karena Rapimnasnya sudah demikian,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/9).

Dasco memastikan, sampai saat ini belum ada pembicaraan khusus antara Prabowo dengan Sandiga Uno. Namun, dia memastikan pencalonan Prabowo Subianto untuk maju pada Pilpres 2024 sudah final.

“Saya pikir komunikasi-komunikasi yang lain silakan saja dilakukan, tapi saya pikir untuk pencapresan sudah final,” tegas Dasco.

Menurutnya, keputusan Sandi untuk menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju adalah pilihan. Bahkan, keinginan untuk maju menjadi calon presiden (Capres) dari partai lain adalah pilihan, tetapi ada konsekuensi etik dan moral yang harus dilakukan Sandi.

“Menjalankan tugas sebagai menteri juga itu pilihan hidup, jadi pilihan-pilihan itu harus dipilih. Sebagai orang yang sudah matang dalam berpolitik, tentunya kita akan tunggu saja pilihannya seperti apa, bukan Gerindra yang harus memilih kan gitu,” pungkas Dasco.

Sebelumnya, Lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga merilis hasil survei nasional terbaru tentang peluang calon presiden (capres) 2024. Dalam simulasi dua nama (head to head), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo unggul di atas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Pada kelompok pemilih yang tahu keduanya, Ganjar mendapat dukungan 56,4 persen, unggul signifikan atas Anies Baswedan yang mendapat dukungan 32,6 persen,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani, Kamis (8/9).

Ganjar juga unggul dalam simulasi survei tiga nama dengan tambahan Prabowo Subianto. Pada kelompok yang tahu tiga tokoh itu, Ganjar mendapat 44,6 persen dukungan, sementara Prabowo 25,7 persen, dan Anies 21,7 persen.

Oleh sebab itu, Deni menyebut peluang Anies memenangkan Pilpres 2024 menjadi kecil jika pesaingnya adalah Ganjar. Menurut Deni, hal ini berkaitan dengan tingkat kedisukaan masyarakat (likeability) yang tinggi terhadap Ganjar.

“Jika Ganjar ikut bersaing, peluang Anies menang menjadi kecil. Ini terkait dengan tingkat kedisukaan Anies (74 persen) yang sedikit di atas atau hampir sama dengan Prabowo (71 persen), tapi cukup jauh di bawah Ganjar (83 persen),” jelasnya.

Deni mengatakan, tingkat kedisukaan masyarakat terhadap Ganjar stabil dalam 1,5 tahun terakhir, yakni selalu berada di angka 80 persen.

“Dalam 1,5 tahun terakhir (Maret 2021-Agustus 2022) kedisukaan Ganjar cukup stabil dan konsisten lebih tinggi dibanding Anies dan Prabowo. Kedisukaan Anies dan Prabowo cenderung menurun,” imbuhnya.

Sementara ketika simulasi pilpres di mana yang bertarung hanya Anies dan Prabowo, dukungan publik bersaing ketat.  Pada kelompok pemilih yang tahu Anies dan Prabowo, Anies mendapatkan dukungan 38 persen dan Prabowo 41,5 persen. *Masih ada 20,4 persen yang belum menjawab,” imbuhnya.

Deni menyatakan bahwa dukungan pada dua tokoh ini tidak berbeda signifikan secara statistik sehingga belum bisa ditentukan siapa pemenang di antara keduanya.

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni berusia 17 tahun atau lebih, termasuk sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random dengan stratified multistage random sampling sebesar 1.220 responden.

Response rate sebesar 1.053 atau 86 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jp) Editor : Syahriani Siregar
#lembaga survei #Ganjar #Indostrategi #prabowo